Diduga Cemari Lingkungan, Puluhan Warga Ontrog PT DAS

Warga demo PT DAS

KARAWANG-Puluhan warga Kelurahan Tanjungmekar, Kecamatan Karawang Barat ontrog lokasi PT DAS pada Minggu (11/5/2025) siang.

Kedatangan mereka dipicu dari aroma menyengat bau kimia tidak sedap yang ada di wilayah mereka, terutama pada malam hari. Warga menduga bau tersebut berasal dari cairan limbah yang dialirkan ke aliran kali oleh perusahaan tersebut.

Bacaan Lainnya

Aksi tersebut dipimpin oleh seorang tokoh masyarakat setempat bernama Jae sebagai bentuk protes atas dugaan pembuangan limbah cair oleh PT DAS yang diduga telah mencemari lingkungan sekitar.

Dalam aksi damai yang berlangsung siang hari itu, warga menyuarakan kekhawatiran dan kekecewaan mereka terhadap dampak negatif yang dirasakan akibat limbah tersebut, terutama pada kesehatan saluran pernapasan.

“Kami mendesak kepada pemerintah kelurahan dan Dinas Lingkungan Hidup Karawang untuk segera turun tangan. Perusahaan ini sudah berulang kali membuang limbah tidak sesuai aturan, dan masyarakat jadi korban,” tegas Jae kepada awak media.

Menurut Jae, ini bukan kali pertama warga dibuat resah. Insiden pencemaran ini sudah terjadi untuk keempat kalinya. Bahkan, dalam tiga hari terakhir, warga sekitar mengeluhkan gangguan pernapasan yang diduga kuat akibat limbah cair yang mencemari udara maupun lingkungan sekitar.

“Kami mohon kepada Dinas Lingkungan Hidup Karawang untuk memberikan sanksi tegas kepada perusahaan. Jangan tunggu sampai ada korban jiwa,” tegasnya.

Selain mendesak tindakan dari pemerintah, warga juga berharap agar media turut membantu menyuarakan persoalan ini ke publik.

“Kami sangat berharap media bisa mengangkat masalah ini. Warga sudah terlalu lama dirugikan,” ujar Jae.

Hingga berita ini diturunkan, redaksi delik.co.id, masih berupaya untuk meminta keterangan dari pihak PT DAS atas tuduhan yang dilayangkan warga.

Warga menegaskan akan terus mengawal kasus ini dan mengancam akan menggelar aksi lanjutan jika pemerintah daerah tidak segera mengambil tindakan nyata. (dika/red).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *