Disoal Dugaan Ketidakberesan Proyek Sanimas di Solokan, Ketua KMP Peduli Lingkungan Bungkam

Proyek Sanimas di Solokan jadi sorotan publik.

KARAWANG-Ketua Kelompok Masyarakat Pelaksana (KMP) Peduli Lingkungan Desa Solokan, Kecamatan Pakisjaya, Baning, hingga kini belum memberikan penjelasan terkait dugaan ketidaksesuaian pelaksanaan proyek Sanitasi Masyarakat (Sanimas) dengan Spesifikasi dan Rencana Anggaran Biaya (RAB).

Diketahui dari papan informasi proyek Sanimas tersebut mencakup pembangunan bilik, tangki septik, dan sumur resapan, serta pengolahan lanjutan sebanyak 25 unit, dengan nilai anggaran sekitar Rp400 juta dan waktu pelaksanaan 91 hari kalender terhitung sejak 2 Oktober s/d 31 Desember 2025.

Bacaan Lainnya

Kegiatan ini dilaksanakan oleh KMP Peduli Lingkungan Desa Solokan melalui program peningkatan sanitasi masyarakat di wilayah setempat.

Saat dikonfirmasi jurnalis delik.co.id pada Sabru (8/11/2025) kemarin, Baning hanya memberikan tanggapan singkat melalui pesan WhatsApp. Alih-alih menjawab substansi terkait dugaan pelaksanaan proyek yang tidak sesuai RAB, Baning justru menyinggung persoalan anggaran pribadi.

“Iya nanti saya telepon. Tunggu saja, nanti juga pasti saya telepon. Lagi nunggu anggarannya belum sampai, makanya saya belum telepon. Tukang buat berobat saya belum ada duit. Upah sih sudah beres, Bang, cuma mau kasbon,” ujar Baning.

Pernyataan tersebut disampaikan ketika jurnalis hendak meminta klarifikasi mengenai dugaan ketidaksesuaian spesifikasi dan pelaksanaan proyek Sanimas. Namun, jawaban Baning justru menimbulkan tanda tanya baru terkait transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan kegiatan tersebut.

Saat kembali dikonfirmasi pada senin (10/11/2025), mengenai besaran upah HOK per unit maupun pencairan anggaran termin pertama dan berapa jumlah unit pembangunan sanimas yang sudah di realisasikan, Baning enggan memberikan keterangan lebih lanjut alias bungkam seribu bahasa.

Sebelumnya, berdasarkan hasil pantauan di lapangan, sejumlah material yang digunakan dalam proyek Sanimas itu seperti besi sloof, tiang, cincin (sengkang/begel), dan pipa paralon dinilai kurang memenuhi standar kualitas konstruksi.

Selain itu, proyek yang tengah berjalan juga diduga belum menerapkan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), sebab para pekerja terlihat tidak menggunakan alat pelindung diri (APD) sebagaimana mestinya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak KMP Peduli Lingkungan Desa Solokan belum dapat ditemui untuk memberikan klarifikasi resmi atas dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan proyek Sanimas tersebut. (man/red).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *