KARAWANG-Sejak H. Sopian kembali memimpin Kantor Kemenag Kabupaten Karawang, Kemenag Karawang Mengaji kembali digelar di Lapang Kantor Kemenag Kabupaten Karawang pada Kamis (24/10/2024) malam.
Acara yang dipadukan dengan tasyakuran peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2024 itu tampak gebyar dengan dihadiri para tokoh masyarakat, tokoh ormas Islam, perwakilan Pemkab Karawang dan ratusan jamaah.
Pada kesempatan itu, H. Sopian memberikan santunan kepada anak yatim dan penyerahan apresiasi kepada atlet difabel peraih enam medali di ajang Pekan Paralimpik Nasional (Pepernas) Solo, Jawa Tengah, yang merupakan siswi kelas XII Madrasah Aliyah (MA) Al-Ahliyah Kotabaru, Alika Shalshabilah dan penyerahan hadiah pemenang lomba pemulasaran jenazah.
Usai acara, H. Sopian menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya dan bangga luar biasa ada siswi madrasah jadi juara tingkat nasional.
“Ini yanga patut kita hargai dan patut dipertahankan (prestasinya), maka saya selaku Kepala Kantor Kemenag Karawang merasa bangga dan berikan kadeudeuh (penghargaan) kepadanya. Semoga Alika terus sukses jadi atlet dan ini perlu dicontoh pelajar madrasah lainnya,” ujarnya.
Ia pun menyampaikan,program Kemenag Karawang Mengaji merupakan program yang ia gulirkan sejak menjadi Kepala Kantor Kemenag Karawang, tetapi kemudian sempat terhenti program tersebut ketika ia pindah tugas ke daerah lain.
“Waktu saya hijrah, tidak ada Kemenag Karawang Mengaji, saya kembali lagi ke Karawang di bulan November tahun 2023, maka di bulan Desember 2023 kemarin saya lakukan lagi, sampai saat ini tidak putus,”jelasnya.
Sopyan menambahkan, hampir satu tahun sudah program Kemenag Karawang Mengaji dilakukan, dengan tujuan menjalin silaturahim, baik warga Kementerian Agama dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, termasuk juga pemerintah daerah, serta masyarakat Kabupaten Karawang.
“Saya ingin mengikat tali silaturahim yang lebih kuat, dan memperkuat sinergitas-sinergitas dengan stakeholder yang ada, dengan instansi-instansi, dengan BPN pun kita lakukan yang ada kaitan dengan bersertifikat wakaf dan sebagainya, sinergitas Kemenag Karawang Mengaji ini dengan tujuan mencari keberkahan,”jelas Sopian.
H. Sopian melanjutkan, kaitannya dengan peringatan Hari Santri Nasional, pihaknya mengaku bangga karena pada masa kepemimpinan Presiden Jokowi saat itu, santri mendapatkan pengakuan dari pemerintah dengan diperingatinya 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional.
“Pada momen hari santri ini, saya merasa bangga yang sangat luar biasa karena bukan hanya pemerintah daerah saja menyelenggarakan dan bukan hanya NU saja menyelenggarakan, tetapi Kementerian Agama pun menyelenggarakan hari santri ini,”tegasnya.
Ia membeberkan, pada momen Hari Santri, Kemenag Karawang mengadakan kegiatan yang biasanya terlupakan, ada kegiatan yang jarang disentuh yaitu pemulasaraan jenazah. Atas dasar tersebut, Kemenag Karawang mengadakan lomba pemulasaraan jenazah.
“Kenapa, karena saya khawatir di daerah ini, yang menjadi fardhu kifayah ini terlupakan, sehingga ada mayat terkatung-katung karena orang-orang tidak bisa melakukan pemulasaraan jenazah, terkadang daerah tertentu terlalu mengandalkan amil. Tetapi hari ini insya Allah santri kami, baik dari madrasah aliyah, maupun dari pondok pesantren insya Allah mampu untuk melakukan hal itu, ini yang menjadi tujuan saya,” pungkasnya. (red).





