KARAWANG-Dalam agenda Reses I DPRD Provinsi Jawa Barat Masa Sidang 2025–2026, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PKS, Haji Budiwanto, S.Si., M.M., menggelar dialog pertanian bersama para kelompok tani (poktan) dan gabungan kelompok tani (gapoktan) dari Kecamatan Jayakarta dan Tirtajaya, kemarin.

Pertemuan ini menjadi ruang bagi para petani untuk menyampaikan berbagai keluhan dan aspirasi yang selama ini menghambat produktivitas pertanian di wilayah utara Karawang.

Bacaan Lainnya

Salah satu keluhan paling mendesak adalah kondisi jalan usaha tani yang rusak dan sulit dilalui saat musim penghujan. Kondisi tersebut menyebabkan aktivitas panen menjadi terhambat dan menambah biaya operasional bagi petani.

Para petani juga menyoroti kebutuhan alsintan (alat mesin pertanian) yang masih sangat terbatas, sehingga menghambat percepatan pengolahan lahan serta produktivitas pertanian.

Menanggapi berbagai persoalan tersebut, H. Budiwanto menegaskan bahwa kegiatan reses merupakan momentum penting bagi anggota dewan untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung, termasuk aspirasi petani yang menjadi ujung tombak ketahanan pangan daerah.

“Reses ini adalah waktu bagi kami untuk mendengar langsung suara rakyat. Aspirasi dari para petani Jayakarta dan Tirtajaya akan saya bawa dan perjuangkan dalam rapat-rapat komisi maupun Paripurna DPRD Jabar,” ungkap politisi PKS.

Legislator dari Dapil Jabar X (Karawang-Purwakarta) ini uga menyoroti kebijakan pemerintah yang tengah mendorong program IP300 pola tanam tiga kali dalam setahun.

Menurutnya, tanpa dukungan sarana dan prasarana yang memadai, program tersebut akan sulit tercapai.

“Kalau pemerintah mendorong IP300, maka harus dibarengi dengan dukungan alsintan, jalan usaha tani yang representatif, serta sarana pendukung seperti PH meter untuk mengukur keasaman tanah dan pupuk hayati untuk memulihkan kesuburan tanah,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa banyak lahan di Karawang yang mulai mengalami degradasi akibat penggunaan pupuk kimia secara berkepanjangan. Oleh karena itu, ia meminta perhatian serius dari pemerintah provinsi agar memberikan dukungan teknologi ramah lingkungan, pupuk hayati, serta pendampingan intensif kepada petani.

Dengan komitmen tersebut, Haji Budiwanto memastikan bahwa seluruh aspirasi yang disampaikan dalam dialog reses ini akan diperjuangkan melalui mekanisme resmi di DPRD Jawa Barat, demi terwujudnya pertanian yang lebih kuat, maju, dan berkelanjutan di Jayakerta, Tirtajaya, dan wilayah Karawang secara keseluruhan. (red).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *