Hari Santri Nasional 2026, Anggota DPRD Jabar : Jutaan Potensi Generasi Muda Harus Jadi Kekuatan Pembangunan Menuju Indonesia Emas 2045

Anggota DPRD Jabar H. Budiwanto, S.Si., M.M.

BANDUNG-Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 menjadi momentum strategis untuk memperkuat peran pesantren dan santri dalam pembangunan sumber daya manusia di Jawa Barat.

Dengan jumlah penduduk yang besar serta dominasi generasi muda, Jawa Barat memiliki potensi besar untuk melahirkan generasi santri yang unggul dalam bidang keagamaan, pendidikan, ekonomi, dan teknologi.

Bacaan Lainnya

Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, H. Budiwanto, S.Si., M.M., menilai santri tidak boleh hanya dipandang sebagai bagian dari pendidikan keagamaan, tetapi juga sebagai kekuatan demografi yang dapat berkontribusi terhadap masa depan daerah dan bangsa.

Berdasarkan data Kementerian Agama yang dipublikasikan pada 2025, Jawa Barat memiliki sekitar 13.005 pondok pesantren, menjadikannya provinsi dengan jumlah pesantren terbanyak di Indonesia. Besarnya jaringan pendidikan pesantren tersebut merupakan modal penting dalam membangun kualitas sumber daya manusia.

“Peringatan Hari Santri harus menjadi momentum untuk memperkuat kualitas pendidikan pesantren dan meningkatkan daya saing santri. Mereka harus memiliki bekal ilmu agama yang kuat, sekaligus menguasai ilmu pengetahuan, teknologi, kewirausahaan, dan keterampilan yang dibutuhkan di masa depan,” katanya, Kamis (22/10/2026).

Pesantren Harus Adaptif terhadap Perubahan Zaman

Di tengah perkembangan industri, transformasi digital, dan persaingan dunia kerja, santri dinilai perlu dibekali kemampuan yang relevan tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan karakter yang menjadi ciri khas pendidikan pesantren.

Jawa Barat memiliki kawasan industri besar, pusat perdagangan, sentra UMKM, serta sektor pertanian yang membutuhkan tenaga kerja terampil dan wirausahawan baru. Kondisi tersebut membuka peluang bagi pesantren untuk mengembangkan pendidikan vokasi, pelatihan kewirausahaan, literasi keuangan, dan keterampilan digital.

Anggota DPRD Jabar tersebut juga diharapkan mendorong perhatian pemerintah daerah terhadap penguatan pesantren, baik melalui peningkatan kualitas sarana pendidikan, pengembangan kompetensi tenaga pendidik, maupun program pemberdayaan ekonomi yang sesuai dengan kewenangan pemerintah provinsi.

Selain itu, pemerataan perhatian terhadap pesantren di wilayah perkotaan dan perdesaan menjadi hal penting agar santri dari berbagai latar belakang sosial ekonomi memiliki kesempatan yang setara.

Santri dan Tantangan Menuju Indonesia Emas 2045

Peringatan Hari Santri Nasional 2026 juga menjadi pengingat bahwa pembangunan manusia tidak cukup hanya mengandalkan besarnya jumlah penduduk usia muda. Kualitas pendidikan, kesehatan, keterampilan, karakter, dan ketersediaan lapangan kerja menjadi faktor penentu agar potensi demografi dapat memberikan manfaat nyata.

Santri memiliki peluang mengambil peran lebih luas sebagai pendidik, pengusaha, tenaga profesional, pemimpin masyarakat, serta penggerak ekonomi lokal.

“Santri masa kini harus mampu menjadi penjaga nilai-nilai moral sekaligus pelaku kemajuan. Dengan pendidikan yang berkualitas dan dukungan kebijakan yang tepat, pesantren dapat menjadi salah satu kekuatan penting dalam menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045,” tandasnya.

Ia berharap peringatan Hari Santri Nasional 2026 tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum memperkuat komitmen seluruh pemangku kepentingan untuk menjadikan pesantren sebagai bagian penting dari agenda pembangunan Jawa Barat.

Dengan potensi jaringan pesantren dan populasi generasi muda yang besar, Jawa Barat memiliki peluang untuk melahirkan generasi santri yang religius, berdaya saing, mandiri, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. (red).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *