KARAWANG-Dewan Pengurus Masyarakat Anti Pungli Indonesia (MAPI) Regional Jawa Barat melakukan buka puasa bersama dan berbagi santunan puluhan anak yatim piatu pada Jumat (7/3/2025) malam di suatu rumah panti asuhan anak yatim piatu yang berlokasi di Kelurahan Karangpawitan, Kecamatan Karawang Barat.
Acara tersebut dihadiri langsung oleh Ketua MAPI Regional Jabar H. Abun Yamin Syam, S.E., M.M., Dewan Pembina MAPI Center Letkol. CPM. (Purn). ADV. E. Agustian, S.H., M.H., Wasekjen MAPI Center Very Sukma dan Deborah, perwakilan BPN Karawang, Adira Karawang serta perwakilan dari Karang Taruna Karawang.
Usai acara, H. Abun menyampaikan harapannya dengan bukber anak yatim piatu agar mereka merasakan kasih sayang dan kebersamaan, serta mendapatkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Menurutnya, ada banyak manfaat bukber anak yatim piatu, di antaranya mengajarkan kepedulian dan solidaritas sosial, memperkuat tali silaturahmi antara masyarakat dan anak yatim piatu, meningkatkan rasa syukur dan kepedulian terhadap sesama, menumbuhkan rasa cinta dan kasih sayang kepada anak-anak yatim piatu.
Masih menurut H. Abun, bukber anak yatim piatu akan memberikan kesempatan untuk merenung, bagaimana keadaan mereka yang harus tumbuh tanpa kehadiran orang tua.
“Momen ini menjadi pengingat bagi kita untuk terus berusaha membantu mereka yang membutuhkan,” ujarnya.
H. Abun pun mengajak kepada semua pihak untuk selalu membantu anak yatim piatu, terutama di bulan Ramadan ini yang penuh keberkahan.
“Mari kita berpartisipasi dalam acara buka puasa bersama anak yatim piatu dan memberikan santunan dan dukungan moral kepada mereka,” ujarnya.
Tempat yang sama, Agustian menambahkan, ada pesan moral (hakikat) dalam berpuasa, di antaranya melatih kedisiplinan. Disiplin menghindari hal-hal yang baik.
“Contohnya makan kalau belum waktunya (waktu berbuka) tidak boleh. Ada istri halal, tapi kalau belum waktunya ya enggak bisa ‘disentuh’,” jelasnya.
Ia melanjutkan, puasa juga melatih kesabaran. Mata harus sabar, lisan harus sabar, jangan sampai semua itu merusak nilai puasa dengan melihat dan mengucapkan tidak baik. (red).





