Momentum Pemilu 2024, IPERKA Dorong Para Caleg Belanja APK di Percetakan Karawang, Ini Alasannya

Iperka Karawang
Iperka Karawang

KARAWANG-Jelang penyelanggaraan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024, sejumlah caleg biasanya sudah ada yang melakukan sosialisasi melalui alat peraga sosial atau alat peragan kampanye (APK) yang biasanya memuat visi misi, program dan atau informasi lainnya peserta pemilu.

Jumlah bacaleg yang terdaftar di KPU Kabupaten Karawang mencapai lebih 600 orang. Harusnya dengan jumlah bacaleg tersebut memberikan keberkahan tersendiri (keuntungan) bagi para pengusaha percetakan di Karawang.

Bacaan Lainnya

Namun sayangnya, belanja bacaleg untuk APK di percetakan Karawang dibanding pemilu sebelumnya alami penurunan cukup signifikan.

Hal itu diungkapkan oleh Ketua Ikatan Percetakan Karawang (Iperka), Didin Syabarudin, kepada delik.co.id, Selasa (26/9/2023) di ruang kerjanya yang berlokasi di kawasan sentra Niaga Karawang Barat.

“Bila dievaluasi dari pesta demokrasi lima tahun yang lalu, kondisi saat ini sangat jauh berbeda. Sebelumnya ketika dimulai pendaftaran bacaleg oleh setiap partai, itu setiap bacaleg tanpa melihat nomor urut sudah berinisiatif ramai mencetak APK,” ucapnya.

Tetapi kondisi sekarang, ujarnya, bisa dihitung dengan jari bacaleg  yang cetak APK. Didin prediksi hal itu terjadi lantaran ada isu bahwa sistem pemilu 2024 menggunakan sistem proporsional tertutup, sehingga bacaleg menahan diri untuk belanja APK.

“Mungkin mereka takut sistem tertutup atau ada hal lainnya juga. Pastinya saat ini momentum Pemilu buat IPERKA tidak begitu mewarnai. Masih diwarnai ritel-ritel dan perusahaan yang belanja ke kami,” ungkapnya.

Ia menyarankan kepada para bacaleg atau para anggota dewan yang ingin berkontribusi terhadap pemberdayaan ekonomi Karawang, maka mestinya meraka belanja APK di percetakan Karawang.

“Faktanya ada juga bacaleg atau timsesnya yang belanja APK ke luar Karawang,” ucapnya.

Padahal, kata Didin yang baru saja menikmati bulan madu, bila dilihat dari sisi harga dan kualitas, maka produk percetakan di Karawang tidak kalah bila dibanding dengan percetakan di luar Karawang.

“Kalau mau dibandingkan dengan kualitas dan harga, kita berani tanding untuk menang. Mungkin mereka yang belanja APK di luar Karawang tidak mendapat informasi yang benar perihal kualitas dan harga percetakan di Karawang atau mereka mendapat isu-isu miring soal percetakan di Karawang,” bebernya.

“Makanya kami berharap mereka para bacaleg ketemu langsung dengan kami biar mendapat informasi yang utuh, tidak dari pihak lain,” timpalnya.

Kedepan, ucap Didin, pihaknya akan menggandeng dengan sejumlah lembaga dan stakeholder lainnya bersosialisasi agar bagaimana menggairahkan kembali para caleg untuk belanja APK di Karawang.

“Setidaknya para caleg mengerti bahwa dia akan dipilih di Karawang maka harus berdayakan usaha percetakan di Karawang juga,” harapnya.

Di akhir wawancara, Didin menegaskan kepada user baik caleg atau pemangku kebijakan yang ada di dalam lingkungan Karawang kalau mau berempati atau ingin memajukan Karawang, maka belanjalah apapun itu produk yang ada di Karawang.

“Uang kita untuk kita, jadi sirkulasi (perputaran) uang tetap ada di Karawang. Toh sama saja kualitas dan harganya, jadi kenapa harus keluar Karawang,” tutupnya. (red).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *