
BEKASI-Pekerjaan proyek peningkatan jaringan irigasi Jatiluhur Saluran Sungai (SS) Kedung Gede dari Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) melalui BBWS di Desa Karangharja, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi diduga asal jadi dan tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Belanja (RAB).
Diketahui dari papan informasi, proyek tersebut menelan anggaran sebesar Rp195 juta bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2023 yang dikerjakan oleh P3A Sumber Tani Dua Teluk Bango dengan cara swakelola.
Proyek dikerjakan asal jadi terindikasi kuat dari pemasangan batu kali dasar pondasinya tidak diberi adukan kering, tetapi hanya ditancapkan di atas lumpur tanah.
Selain itu, pekerjaannya pun dikerjakan oleh pihak ketiga atau di kontraktualkan. Seharusnya dikerjakan swakelola oleh pekerja warga setempat.
Saat di lokasi seorang pekerja inisial MD, mengatakan, pekerjaan proyek tersebut baru berlangsung lima hari dan pemasangan batu kali baru dilaksanakan dua hari.
“Volume proyek dengan tinggi 80 cm, lebar atas 30 cm, kalau lebar bawah pondasi 40 cm. Pekerjanya saya sendiri dari Cianjur. Kalau masalah diborongkan kita mah ikut mandor aja dari Puloglatik,” ucapnya, Selasa (30/5/2023).
Sementara Popoh selaku pelaksana dari P3A ketika dihubungi nomor HP-nya tidak aktif
Dengan pengerjaan yang diduga asal jadi tersebut, maka dikhawatirkan kualitas proyek tersebut tidak baik dan alami ambruk dalam waktu tidak lama sehingga uang rakyat terhambur percuma tidak bermanfaat. (man/red).






5