Selain Abaikan K3, Pekerjaan P3TGAI di Telukjaya Dikerjakan Amburadul

Tampak pekerja kerjakan proyek P3TGAI di Telukjaya tidak sesuai spesifikasi.

KARAWANG-Pelaksanaan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) di Desa Telukjaya, Kecamatan Pakisjaya, yang digarap Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Rizky Jaya Tani, menuai sorotan. Proyek ini diduga dikerjakan secara amburadul, tidak sesuai spesifikasi teknis maupun Rencana Anggaran Biaya (RAB).

Program peningkatan jaringan irigasi Jatiluhur/STUB 26 senilai Rp195 juta yang bersumber dari APBN 2025 itu memiliki masa kerja 45 hari kalender. Namun, hasil penelusuran di lapangan menemukan sejumlah kejanggalan.

Bacaan Lainnya

Pekerjaan yang seharusnya mencakup dua jalur pada tahap I, baru terealisasi satu jalur dengan progres sekitar 70 persen. Pemasangan batu kali terkesan asal-asalan, hanya ditancapkan di atas lumpur dengan kondisi saluran masih tergenang air.

Kualitas pasir juga diduga tidak sesuai standar. Adukan minim semen membuat pasangan batu terlihat rapuh alias ngepruy, bahkan nat hampir tidak tampak.

Lebih parah lagi, aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) terkesan diabaikan. Pekerja tidak menggunakan perlengkapan K3, serta bekerja tanpa pengawasan maupun pendampingan dari Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM).

Selain itu, pemasangan batu kali dilakukan tanpa pembendungan, kisdadm ataupun pompa air. Namun, saat awak media mendatangi lokasi, saluran air tiba-tiba langsung dibendung.

Seorang pekerja di lokasi mengaku proyek baru berjalan sekitar 15 hari.

“Panjang kanan kiri 320 meter, tinggi 90 cm, lebar atas 34 cm sama ban. Kalau banjir karena semalam hujan deras. Kalau nat batu memang tidak begitu tampak, tapi dibanding desa lain, di sini masih lebih bagus. Kalau di sana katanya banyak dikomplen pusat,” ujarnya, Sabtu (20/9/2025).

Ia menambahkan, pekerja berasal dari campuran warga setempat dan luar desa dengan sistem upah borongan Rp80 ribu per meter.

“Ya sebenarnya tekor, tapi gimana lagi, sudah tanggung jawab,” katanya.

Pekerja tersebut menyarankan agar konfirmasi lebih lanjut ditanyakan kepada Ketua P3A Rizky Jaya Tani, Bang Dagul. Sayangnya, saat didatangi ke rumahnya Dagul tidak ada di lokasi, bahkan ketika dihubungi melalui telepon maupun WhatsApp juga tidak merespons.

Hingga berita ini diturunkan, Ketua P3A Rizky Jaya Tani, Desa Telukjaya, Kecamatan Pakisjaya, belum berhasil ditemui untuk dimintai keterangan lebih lanjut. (man/red).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *