Selain Lamban, Proyek Penahan Abrasi Muara Pakisjaya Diduga Abaikan K3 dan Tanpa Papan Informasi

Proyek Penahan Abrasi Muara Pakisjaya masih baru tahap pengepokan batu kali.

KARAWANG-Proyek pembangunan penahan abrasi di wilayah Muara Pakisjaya, Kecamatan Pakisjaya, diduga mengabaikan ketentuan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) serta tidak memasang papan informasi proyek.

Berdasarkan informasi yang terhimpun proyek yang bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Karawang Tahun Anggaran 2025 ini menelan anggaran hampir Rp1 miliar.

Bacaan Lainnya

Dari pantauan di lapangan, proyek yang dikerjakan oleh CV Mazel Arnawama Indonesia ditemukan sejumlah pekerja di lokasi terlihat tidak menggunakan APD seperti helm, sepatu boot, rompi, maupun sarung tangan saat bekerja. Kondisi ini menunjukkan lemahnya penerapan standar keselamatan kerja.

Ironisnya, proyek juga tidak memasang papan informasi kegiatan sebagaimana diatur dalam peraturan pemerintah tentang keterbukaan informasi publik.

Selain itu juga, proyek terkesan lamban dikerjakan karena SPK yang dikeluarkan sejak bulan September hingga kini progress pekerjaannya belum tampak siginifikan.

Seorang pekerja pengepok batu kali yang ditemui di lokasi mengaku bahwa pekerjaan baru berjalan empat hari.

“Upahnya borongan, pelaksananya saya belum tahu. Kalau soal papan informasi, coba tanya ke Pak Intang, orangnya ada di warung,” ujarnya, Sabtu (25/10/2025).

Sementara itu, Intang yang disebut-sebut terlibat dalam pengawasan proyek tersebut menjelaskan bahwa pekerjaan baru sebatas penumpukan batu kali.

“Kalau pelaksananya Pak Yana dari Bandung. Kemarin juga pelaksana sudah ketemu sama Pak Empud dan Kepala Desa. Lokasi proyek di Dusun Pakis 2. Papan proyek rencananya hari senin atau hari selasa baru dipasang bersamaan dengan pelaksanaan pekerjaan. Untuk APD seperti helm, sepatu boot, dan rompi memang belum ada, tapi seharusnya memang disediakan. Nanti pekerjaan juga akan menggunakan alat berat excavator (beko),” jelasnya.

Terpisah, Empud yang disebut sebagai perangkat Desa Pakisjaya membenarkan bahwa proyek tersebut berlokasi di Dusun Pakis 2, RT 01 RW07 dengan volume pekerjaan sepanjang 86 meter, lebar pondasi bawah 9 meter, dan tinggi 2,5 meter.

“Kalau papan informasi proyek memang belum dipasang karena pekerjaan utama belum dimulai. Saya hanya ditunjuk oleh pelaksana sebagai pembantu untuk mengawasi pengiriman batu kali. Info dari Pak Yana, hari Senin atau Selasa baru akan datang ke lokasi, itu pun kalau anggarannya sudah cair. Saya juga merasa kurang enak, karena pekerjaan sudah ada yang ngesub sementara pelaksana belum menerima anggaran,” ungkapnya.

Di sisi lain, Yana selaku pelaksana lapangan ketika dikonfirmasi melalui pesan dan telepon menjelaskan bahwa pekerjaan baru memasuki tahap persiapan.

“Baru mulai persiapan material, belum pekerjaan inti, setelah matrial kumpul semua baru kita action. Persiapan batu kali sekitar antara 700 sampai 800 kubik. Nanti  dikerjakannya pakai alat berat excavator (Beko). Pemasangan batunya tidak pakai jaring atau bronjong tapi pakai pasangan batu kosong,” ucapnya.

“Kalau soal pekerja yang belum pakai APD, itu karena masih pekerjaan pengepokan batu kali, belum pekerjaan inti. Nanti kalau sudah ada di lapangan kita ketemu, pasti kita bawa APD, gambar, dan papan informasi proyek. Panjang pekerjaan sekitar 80 meter, lebar atas 2 meter, lebar bawah 9 meter itu miring pondasi merucut dengan pasangan batu kali kosong,” sambungnya berdalih padahal pekerjaan pengepokan batu kali juga cukup beresiko bagi keselamatan pekerja.

Saat disinggung terkait papan informasi proyek yang sudah jadi di pihak pelaksana untuk mulai waktu bulan pelaksanaan proyek, dirinya juga menyebutkan bahwa ini juga mau ke kantor, bahkan ia juga mengaku belum tahu selaku pelaksana lapangan.

“Untuk kepastian waktu pelaksanaan proyek nanti  saya akan tanya dulu ke kantor,” ujarnya.

Sampai berita ini dilayangkan pihak pelaksana proyek pembangunan penahan abrasi muara Pakisjaya maupun dinas terkait belum memberikan klarifikasi secara resmi mengenai dugaan penerapan K3 dan ketidakhadiran papan informasi proyek tersebut. (man/red).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *