Pekerjaan Drainase di Desa Sindangkarya Amburadul, Pejabat Dinas PUPR Karawang Cuma Ngomong Begini

Pekerjaan drainase maburadul di Desa Sindangkarya.
Pekerjaan drainase maburadul di Desa Sindangkarya.

KARAWANG-Tidak sedikit pekerjaan di OPD Dinas PUPR Kabupaten Karawang, terutama di Bidang SDA yang dikerjakan pelaksana proses dan hasilnya asal bikin dan amburadul.

Namun dari sekian banyak pekerjaan amburadul itu, pejabat Dinas PUPR tampaknya enggan untuk bertindak tegas agar pekerjaan serupa terulang kembali.

Bacaan Lainnya

Contohnya, pekerjaan proyek pembangunan drainase (banjir) di Dusun Krajan 1-B RT 06/02, Desa Sindangkarya, Kecamatan Kutawaluya, diduga kualitas pekerjaan pembangunannya asal jadi dan warga setempat pun sangat kecewa dengan kualitasnya.

Bila dilihat dari papan informasi yang terpasang, pekerjaan tersebut memiliki volume panjang 2×115 meter, tinggi 1,10 meter dan dilaksanakan oleh CV Multi Artha Cemerlang, sementara pekerjaan tersebut habiskan anggaran Rp189.246.000 yang bersumber dari dana APBD 1 Provinsi Jawa Barat dengan jangka waktu 60 hari kalender.

Hasil penelusuran delik.co.id di lokasi didapati tidak ada bekas galian tanah. Bahkan, pemasangan pondasi dasar batu kali belah tidak pakai adukan pasir dan semen, sehingga hanya ditancapkan ke tanah lumpur dalam posisi banjir tanpa dikeringkan dahulu airnya.

Seharusnya, sebelum memasang batu kali belah untuk dasar pondasi dikeringkan dahulu airnya baru kemdian diberikan adukan pasir dan semen agar bangunan turap lebih kuat dan tahan lama.

Lalu perihal ketinggian juga saat dikroscek diduga ada kejanggalan dari volume ukuran ketinggian berbeda dengan yang tertera di papan proyek informasi.

Karena saat diukur ketinggian hanya ada 76 cm, sementara lebar pondasi bawah ada 40 cm, sehingga diduga tidak sesuai spek dan RAB.

Warga setempat, Agus (nama samaran-red), mengatakan, pekerjaan tersebut memang belum lama dikerjakan. Kemarin terlihat ada pekerja, namun hari ini tidak tampak pekerjanya.

“Bilangnya sih mau kerja di wilayah Pakis dulu, pekerjanya juga orang Dongkal. Perihal dasar pondasi cuman dikeruk-keruk saja dan dari galengan sawahnya dibelah atau ditamping,” ucapanya ke delik.co.id., Selasa (18/10/2022).

Senada dikatakan warga setempat lainnya, Ahmad. Dirinya tidak mengetahui siapa mandor pekerjaan tersebut. Tetapi ia membenarkan bila dasar pondasi bawahnya tidak digali dahulu dan tidak memakai adukan pasir dan semen.

“Bahkan pemasangan batu kali belahnya hanya ditancapkan ke tanah lumpur saja,” ungkapnya.

Ia berharap, agar bantuan proyek pembangunan dari pemerintah harus sesuai RAB biar pembangunan kuat, kokoh dan tahan lama.

Terpisah, Kasi SDA Dinas PUPR Karawang, Rambudi, tidak berkomentar banyak ketika dimintai tanggapan soal pekerjaan yng terkesan dikerjakan amburadul.

“Nanti pengawasnya saya suruh ngecek ke lokasi. Terimakasih informasinya,” tukasnya.
Sampai berita ini dipublikasikan dari pihak CV dan mandor atau rekanan tidak ada yang bisa dapat dihubungi. (man/red).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar