Pembangunan Perluasan RSIA Dr Djoko Dikecam Katar Nagasari, Ini Alasannya

Ketua Katar Nagasari, Ugi (kiri) bersama Tokoh Pemuda Dipo, eris (kanan).
Ketua Katar Nagasari, Ugi (kiri) bersama Tokoh Pemuda Dipo, Eris (kanan).

KARAWANG-Pembangunan perluasan RSIA Dr Djoko Pramono yang berlokasi di Jalan Panatayudha Kelurahan Nagasari, Kecamatan Karawang Barat mendapat kecaman dari Ketua Karang Taruna Kelurahan Nagasari, Gugi Gustaman.

Menurut Ugi, sapaan akrabnya, manajemen RSIA Djoko dalam melakukan pembangunannya tidak ada komunikasi dan sosialisasi dengan masyarakat dan pemuda sekitar.

Bacaan Lainnya

“Secara resmi belum ada sosialisasi terkait pembangunan tersebut, bahkan Lurah Nagasari juga mengetahui adanya pembangunan tersebut dari kami,” ujarnya kepada delik.co.id, Kamis (15/6/2023).

“Sebelum manajamen RSIA Djoko lakukan urus perizinan UKL/UPL dan PBG, lakukan dahulu sosialisasi dengan masyarakat sekitar, bukan malah dibalik, urus dahulu perizinan UKL/UPL dan PBG baru sosialisasi,” sambungnya.

“Kalau pihak RSIA Dr Djoko mengaku sudah berkomunikasi dengan lima RT setempat, buktinya apa? Kami konfrontir ke mereka juga tidak ada yang merasa diajak komunikasi,” sambungnya lagi.

Tak hanya itu, lanjut Ugi, pembangunan perluasan RSIA Dr Djoko yang direncanakan untuk rawat inap tersebut juga berimbas terganggunya masyarakat karena debu yang diakibatkan adanya pembangunan tersebut.

“Pembangunannya tidak safety untuk masyarakat sekitar, debu-debu akibat pembangunan tersebut ganggu masyarakat sekitar,” tegasnya.

Jika hal tersebut dibiarkan berlarut-larut, Ugi mengaku akan lakukan aksi unjuk rasa ke RSIA Djoko.

“Tidak menutup kemungkinan kami akan unjuk rasa,” tandasnya.

Senada diungkapkan tokoh pemuda Lingkungan Dipo Kelurahan Nagasari, Riswandi Eris.

Eris menilai, manajeman RSIA Dr Djoko dalam melakukan pembangunannya selain tidak ada sosialisasi juga mengabaikan potensi SDM para pemuda yang berdekatan dengan lokasi tersebut dengan merekrut tenaga kerja dari luar wilayah.

“Sebaiknya pihak manajemen libatkan pemuda setempat dalam pembangunan tersebut, kami siap kok bekerja dengan profesional,” ujarnya yang juga berprofesi sebagai kontraktor.

Eris mengaku mendukung dengan sikap Ketua Katar Nagasari untuk lakukan unjuk rasa jika pihak RSIA Dr Djoko tidak ada sosialisasi dan komunikasi dengan masyarakat setempat.

“Kami siap ikut unjuk rasa,” tandasnya.

Ditemui di lokasi pembangunan, penanggung jawab pembangunan perluasan RSIA Dr Djoko, Diaz, mengaku jika pihaknya sebelum lakukan pembangunan sudah lakukan komunikasi dan sosialisasi dengan masyarakat sekitar.

“Kami sudah sampaikan rencana pembangunan ini ke lima RT sekitar, juga saya pernah komunikasi juga dengan Kang Ugi saat bersama Pak Darsono,” ujar Diaz.

Disinggung masalah kelengkapan perizinan, Diaz menyebutkan jika pihaknya sudah mengantongi UKL-UPL dan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dari dinas terkait.

“Sudah lengkap,” katanya sambil perlihatkan dokumennya.

Sementara itu, Plt Kabid Tata Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Karawang, Agus Mustakim, membenarkan jika RSIA Djoko sudah kantongi izin UKL/UPL untuk pembangunan perluasannya.

“Setelah saya cek sudah ada rekom UKL/UPL untuk pembangunan perluasan RSIA DR Djoko diNovember 2022. Tapi nanti kami akan cek terhadap dokumen tersebut apakah kegiatan yang sekarang sudah masuk atau terkcover dalam dokumen tersebut atau tidak,” ujarnya. (red).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 Komentar