KARAWANG-Proyek pembangunan pembangunan rehabilitasi saluran drainase lingkungan di Dusun Sukajaya RT 13/03, Desa Kemiri, Kecamatan Jayakerta, yang diduga asal jadi dan tidak sesuai speksifikasi demi raup untung besar sampai hari ini belum ada tindakan dari pihak dinas terkait.

Kepala Dinas maupun Kabid SDA Dinas PUPR Kabupaten Karawang ketika dikonfirmasi perihal proyek tersebut lebih memilih tutup mata dan tutup telinga. Pesan WA yang dilayangkan delik.co.id tidak digubris sama sekali.

Untuk diketahui, dari  papan informasi proyek rehabilitasi saluran lingkungan drainase (banjir) yang bersumber dari APBD 1 (BANPROV JABAR) menelan anggaran Rp189.031.000 yang dikerjakan oleh pihak CV Mulya Pratama dengan ketinggian 80 cm dan lebar pondasi 40 cm.

Baca juga : Kontraktor Diduga Kerjakan Proyek Drainase di Desa Kemiri Tidak Sesuai Spek

Namun fakta di lapangan sangat miris, proyek saluran drainase  lingkungan banjir tersebut hanya mempunyai ketinggian 50 cm’ dan lebar pondasi 27 cm.

Seorang warga setempat, Otib, awalnya bersyukur dengan adanya proyek tersebut lantaran diharapkan jadi solusi ketika musim penghujan tiba tidak terjadi genangan air lagi seperti yang sering terjadi.

“tetapi ada yang harus dikoreksi dari proses pengerjaannya. masa bangunannya mengerucut ke bawah sedangkan atas lebar apakah kuat menahan beban kalau dengan pondasi dasarnya seperti itu,” ujarnya menyayangkan kepada delik.co.id, kemarin.

Otib menduga, perihal kurangnya volume ukuran disebabkan antara pekerja proyek kurang bersinergi dengan pihak dinas selaku kontrol dan mengawasi proyek pembangunan tersebut.

“Kalau awalnya kurang dikontrol oleh pihak dinas terkait pasti akan mengakibatkan bangunan tersebut mengerucut dan dilihatnya kurang bagus seperti sekarang ini. Ya kalau sayaselaku masyarakat tidak tahu pembangunan ada yang pondasi bawahnya kurang dan lebar atas juga ada yang kurang volume, yang penting pembangunan sudah jadi sekarang,” tutupnya. (man/dede/red).