BANDUNG-Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PKS, Haji Budiwanto S.Si., M.M., mengungkapkan mimpi besarnya untuk menghadirkan wajah baru pertanian Jawa Barat yang lebih maju, mandiri, dan mampu meningkatkan kesejahteraan petani.
Sebagai anggota Komisi 2 yang membidangi ekonomi dan ketahanan pangan, ia menilai bahwa sektor pertanian Jawa Barat memiliki potensi besar untuk menjadi motor utama pembangunan daerah apabila ditata dengan pendekatan yang lebih inovatif dan berkelanjutan.
Menurut H. Budiwanto, tantangan terbesar pertanian saat ini adalah ketergantungan yang tinggi pada pupuk kimia, benih impor, dan input-input produksi yang semuanya mengandalkan pasokan dari luar. Ia bermimpi suatu hari petani Jawa Barat dapat berdiri di atas kakinya sendiri melalui sistem pertanian mandiri, di mana setiap desa mampu memproduksi pupuk organik, pakan ternak, pestisida alami, hingga benih lokal unggul secara independen tanpa harus terjebak dalam biaya produksi yang tinggi.
Ia juga menekankan pentingnya pengembangan konsep integrated farming atau pertanian terpadu. Baginya, sistem ini menjadi kunci masa depan karena menciptakan ekosistem pertanian yang saling menguatkan tanaman, ternak, perikanan, energi, dan pengolahan limbah diintegrasikan dalam satu model yang efisien dan bernilai ekonomi tinggi. Ia meyakini bahwa jika setiap kecamatan memiliki pusat pertanian terpadu, Jawa Barat tidak hanya akan mandiri pangan, tetapi juga mampu melahirkan banyak pelaku usaha berbasis desa yang berdaya saing.
Selain pangan, legislator dari Dapil Jabar X (Karawang-Purwakarta) memiliki perhatian khusus pada pengembangan tanaman herbal dan produk turunannya. Menurutnya, potensi herbal Nusantara sangat besar dan bisa menjadi sumber pendapatan baru bagi masyarakat pedesaan.
“Herbal ini bukan sekadar tren, tetapi peluang ekonomi yang nyata. Pasarnya besar dan bahan bakunya melimpah di tanah Jawa Barat,” ujarnya, Minggu (30/11/2025).
Ia mendorong adanya pendidikan pertanian yang lebih praktis dan terjangkau melalui sekolah-sekolah tani yang mampu mengajarkan petani cara mengolah limbah, membuat pupuk sendiri, memasarkan produk secara digital, hingga membangun pola hidup sehat berbasis pangan organik. Menurutnya, pembangunan pertanian tidak boleh berhenti hanya pada pembangunan fisik, tetapi harus menyentuh pola pikir dan keterampilan petaninya.
“Petani Jawa Barat harus menjadi tuan rumah di tanahnya sendiri—lebih sehat, lebih mandiri, dan lebih sejahtera. Itulah mimpi besar saya. Jika kita membangun kekuatan dari desa, maka Jawa Barat akan menjadi provinsi yang tangguh dan mampu memenuhi kebutuhan pangannya sendiri,” tegas Budiwanto.
Dengan semangat besar tersebut, ia berharap pemerintah daerah, akademisi, komunitas, dan para petani dapat bersama-sama mewujudkan agenda besar ini sehingga pertanian Jawa Barat benar-benar menjadi pilar utama ketahanan pangan dan kesejahteraan rakyat di masa depan. (red).





