Urai Konflik KADIN Karawang, Arif Ajak Semua Pihak Ciptakan Komunikasi Terbuka dan Konstruktif

Ketua Komisi Tetap (Komtap) Hubungan Kelembagaan Industrial, Serikat Kerja dan Pengupahan KADIN Karawang dan Ketum NHRI, Arif Dianto, S.H

KARAWANG-Ketua Komite Tetap (Komtap) Hubungan Kelembagaan Industrial, Serikat Kerja dan Pengupahan KADIN Karawang, Arif Dianto, S.H., menilai, hiruk-pikuk permasalahan internal kepengurusan KADIN Karawang adalah bagian dari dinamika organisasi. Perselisihan, perbedaan pendapat, dan tantangan lainnya kerap muncul dalam setiap organisasi.

Namun Arif mengingatkan akan pentingnya untuk mengelola konflik ini dengan baik agar tidak mengganggu tujuan bersama.

Bacaan Lainnya

“Proses komunikasi yang terbuka dan konstruktif, serta keterlibatan semua pihak dapat membantu menciptakan solusi yang efektif dan memperkuat organisasi,” kata Arif yang juga Ketua Umum Nasional HR Institute (NHRI) kepada delik.co.id, Rabu (23/10/2024) malam.

Menurutnya, hubungan harmonis di antara pengurus sangat penting. Sinergi, kekompakan, konsistensi dan komitmen harus dijaga agar tujuan organisasi dapat tercapai.

“Hindari kubu-kubuan, karena hal itu dapat mengganggu kerjasama dan memecah belah kekuatan organisasi,” saran Arif.

“Dengan membangun kepercayaan dan komunikasi yang baik, pengurus dapat bekerja sama lebih efektif demi kemajuan bersama,” sambungnya.

Arif sepakat, KADIN Karawang memang perlu sejalan dengan pemerintah daerah untuk mendukung pengembangan ekonomi lokal. Kolaborasi ini penting dalam menciptakan kebijakan yang menguntungkan bagi pengusaha dan meningkatkan investasi.

Dengan bekerja sama, keduanya dapat mengidentifikasi kebutuhan dan peluang di wilayah tersebut, serta memfasilitasi program-program yang mendukung pertumbuhan usaha.

“Hubungan antar lembaga, pembangunan kompetensi SDM, dan hubungan industrial memang harus menjadi bagian program unggulan KADIN Karawang,” ujarnya.

Ia pun memberikan saran tiga program dalam pendekatan komprehensif agar dapat memperkuat ekosistem bisnis lokal.

1. Hubungan antar lembaga, dengan membangun kolaborasi dengan pemerintah dan lembaga lainnya untuk mendukung kebijakan yang pro-bisnis.

2. Pembangunan kompetensi SDM, dengan menyelenggarakan pelatihan dan pengembangan untuk meningkatkan keterampilan tenaga kerja sesuai dengan kebutuhan industri.

3. Hubungan industrial, dengan cara membangun dialog yang konstruktif antara pengusaha dan pekerja untuk menciptakan lingkungan kerja yang harmonis.

“Dengan program-program ini, KADIN Karawang dapat meningkatkan daya saing dan menciptakan iklim bisnis yang lebih baik,” tutupnya. (red).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *