KARAWANG-Tragedi memilukan terjadi di Jalan Raya Dusun Sukagalih, Desa Karanganyar, Kecamatan Klari, Karawang, Rabu (23/4/2025) pagi. Dua pelajar SMP, kakak-beradik yang masih duduk di bangku kelas 7 dan 9 SMPN 2 Klari, tewas setelah motor yang mereka kendarai terlindas truk trailer.
Korban bernama Naffilah Nawafil (13) meninggal di tempat, sementara sang kakak, Arista Widia (15), sempat mendapat perawatan di RSUD Karawang sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, H. Budiwanto, menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban.
“Ini luka yang sangat dalam, bukan hanya bagi keluarga, tapi juga bagi kita semua. Anak-anak ini masih punya masa depan panjang,” ujar H. Budiwanto, kepada delik.co.id, Kamis (24/4/2025).
Menanggapi peristiwa tragis ini, Legislator Dapil X (Karawang-Purwakarta) ini menekankan pentingnya kebijakan antisipatif dari Polri dan Pemda Karawang. Ia menilai perlu ada pengawasan ketat terhadap pelajar yang mengendarai sepeda motor.
“Melihat seringnya terjadi Laka sepeda motor, kedepan pelajar seharusnya tidak diperkenankan mengendarai sepeda motor. Kalaupun sangat terpaksa, harus ada izin resmi dari pihak Polri dengan syarat-syarat ketat,” tegasnya yang juga Ketua PKS Karawang ini.
Ia juga mendorong adanya sosialisasi rutin dari sekolah dan aparat terhadap bahaya berkendara tanpa izin dan risiko lalu lintas di jalan raya, terutama jalan nasional yang padat kendaraan berat.
“Semoga kronologi kejadian bisa diselidiki, karena ini penting untuk mengungkap penyebab utama terjadinya kecelakaan dan ke depan bisa menjadikan kebijakan antisipatif agar tidak terjadi kembali,” ungkap.
Informasi sementara yang diperoleh, motor korban bersenggolan dengan kendaraan lain, lalu jatuh ke kolong truk.
Sebelumnya dilansir dari tvberita.co.id, Muslih Hidayat selaku Kepala SMPN 2 Klari, menyebut kedua korban tengah dalam perjalanan ke sekolah yang hanya berjarak sekitar 200 meter dari lokasi kejadian.
“Ini sangat menyedihkan, kami kehilangan dua siswi yang baik. Kami turut berduka yang sedalam-dalamnya,” ucapnya.
Tragedi ini jadi pengingat bahwa keselamatan pelajar harus menjadi prioritas semua pihak. Tak cukup hanya duka, kebijakan dan pengawasan nyata harus segera dilakukan. (red).





