Gawat! Keluarga Korban Dugaan Malpraktik Kintan Diduga Alami Teror

Ketua Tim Advokasi LBH Cakra Joko Arisyanto

KARAWANG-Upaya keluarga korban dugaan malpraktik, Kintan Juniasari, yang meninggal setelah mendapat tindakan medis di RS Fikri Medika, untuk mendapatkan keadilan mulai diusik oleh sejumlah oknum tidak bertanggung jawab.

Keluarga korban pada Minggu (27/4/2025) didatangi empat orang oknum yang mengatasnamakan dari pihak kepolisian.

Bacaan Lainnya

“Informasi dari pihak keluarga pada hari Minggu mereka didatangi oleh oknum orang yang mengatasnamakan dari pihak kepolisian sejumlah empat orang dengan pakaian preman,” kata Tim Advokasi dari LBH Cakra, Joko Arisyanto, S.H., kepada delik.co.id, Senin (28/4/2205).

Joko menjelaskan, kedatangan pihak tersebut mempertanyakan langkah yang akan ditempuh pihak keluarga, apakah akan ditempuh dengan jalur pidana atau perdata. Namun kemudian pihak keluarga menyarankan untuk menghubungi kuasa hukumnya.

“Tapi orang tersebut menolak dan malah menyodorkan surat pernyataan dengan alasan akan membantu langkah keluarga dalam penyelesaian kasus ini,” ujarnya.

Masih kata Joko, pihak keluarga pun tetap menolak menandatangani pernyataan tersebut.

Salah satu oknum tersebut sempat berbicara dengan nada tinggi, menggertak kepada salah satu anggota keluarga koban dengan tujuan apabila kasus tersebut diselesaikan melalui jalur pidana maka segala biaya ditanggung oleh pihak keluarga, sedangkan jika di tempuh dengan jalur perdata oknum tersebut menyuruh untuk menandatangani pernyataan tersebut.

“Maka kami sebagai kuasa hukum pihak keluarga korban mengecam atas langkah-tindakan intimidasi yang dilakukan oleh oknum-oknum terkait dan akan melakukan langkah hukum jika ada oknum-oknum yang berusaha mengintimidasi dan mengintervensi kepada pihak keluargan korban,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, setelah mendapatkan kuasa hukum dari keluarga korban, LBH Cakra langsung memberikan advokasi dan melakukan sejumlah upaya pengumpulan barang bukti dan keterangan sejumlah pihak untuk mengungkap misteri dibalik kematian karyawati PT Chang Shin Indonesia (PT CSI).

Untuk diketahui korban Kintan alami kecelakaan kerja di PT CSI pada Sabtu (12/4/2025) pagi.

Korban kemudian dibawa ke RS Fikri Medika untuk mendapatkan pengobatan lebih lanjut.

Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak, Kintan meninggal dunia tidak lama setelah dioperasi di RS Fikri Medika.

Hingga kini, pihak keluarga korban melalui LBH Cakra terus berupaya mencari keadilan atas kematian Kintan yang diduga alami malpraktek di RS Fikri Medika. (red).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *