KARAWANG-Hari Keluarga Nasional yang diperingati tiap tanggal 29 Juni menjadi momentum penting untuk kembali meneguhkan peran keluarga sebagai fondasi utama dalam membangun bangsa.
Di tengah derasnya arus globalisasi dan tantangan zaman, keluarga hadir sebagai tempat pertama dan utama dalam menanamkan nilai-nilai luhur, kasih sayang, serta ketenangan batin.
Dalam refleksi pernyataannya merespon Hari Keluarga Nasional, anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PKS H. Budiwanto menegaskan, tagline ‘Mari Kita Perkuat Ikat Kasih Sayang dan Saling Memberi di Tengah Keluarga Kita’ bukan sekadar slogan.
“Itu adalah ajakan reflektif bagi setiap individu untuk menjadikan keluarga sebagai pusat keteladanan, pendidikan, dan cinta tanpa syarat,” katanya kepada delik.co.id, Senin (30/6/2025) pagi.
Menurutnya, keluarga bukan hanya sekumpulan orang yang tinggal di bawah satu atap, tetapi merupakan madrasah kecil, tempat pertama anak-anak mengenal nilai moral, kejujuran, tanggung jawab, dan kebhinekaan. Di sinilah terbentuk karakter yang nantinya akan menjadi penentu arah masa depan bangsa.

Sejarah mencatat bahwa bangsa-bangsa besar selalu dimulai dari keluarga-keluarga yang kuat. Keluarga adalah embrio dari terbentuknya masyarakat yang sehat, produktif, dan harmonis. Di dalamnya, nilai-nilai gotong royong, saling menghormati, dan kepedulian sosial ditanamkan secara alami.
“Dengan memperkuat peran keluarga, kita memperkuat tiang negara. Sebab negara yang kuat lahir dari keluarga yang kokoh. Negara yang damai lahir dari keluarga yang harmonis. Dan negara yang bermartabat lahir dari keluarga yang berakhlak mulia,” ujarnya yang juga Ketua DPD PKS Karawang.
Di era modern ini, lanjut H. Budiwanto, tantangan yang dihadapi keluarga kian kompleks. Kesibukan pekerjaan, teknologi yang mengikis komunikasi, hingga pergeseran nilai, membuat banyak keluarga kehilangan sentuhan batin. Maka dari itu, Hari Keluarga Nasional menjadi momen tepat untuk kembali menghadirkan waktu berkualitas, pelukan hangat dan percakapan bermakna di ruang-ruang keluarga.
Mengajarkan untuk saling memberi, saling mencintai, dan saling menenangkan bukanlah pekerjaan satu hari. Itu adalah investasi seumur hidup yang dilakukan secara terus-menerus.
Masih kata politisi yang dekat dengan keluarga ini, peringatan Hari Keluarga Nasional tahun ini harus menjadi momentum kebangkitan keluarga Indonesia. Pemerintah, tokoh masyarakat, lembaga pendidikan dan semua elemen bangsa perlu terus mendorong kebijakan dan gerakan yang mendukung ketahanan keluarga—mulai dari aspek ekonomi, pendidikan, hingga spiritualitas.
“Mari kita mulai dari hal sederhana, mendengarkan satu sama lain, menyediakan waktu tanpa gangguan teknologi, berbagi cerita, dan saling memaafkan. Sebab di situlah kekuatan keluarga bertumbuh. Selamat Hari Keluarga Nasional 29 Juni 2025, jadikan keluarga kita taman kasih, ruang aman, dan jembatan menuju masa depan bangsa yang gemilang,” tutupnya. (red).



