KARAWANG-Isu adanya keretakan hubungan antara Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh dengan Sekretaris Daerah (Sekda) Asep Aang Rahmatulah mencuat. Ada narasi ‘Matahari Kembar’ dan ‘Jaga Bupati Sampai Akhir Periode’ yang dimunculkan oleh sekelompok orang.
Sebagian orang ada yang mengintrepesentasikan narasi itu sebagai bentuk bahwa hubungan antara Bupati dan Sekda mulai terganggu alias kurang harmonis. Isu itu diperkuat dengan adanya kabar sejak 1 bulan terakhir ketika ada acara resmi Pemkab Karawang Bupati dan Sekda jarang terlihat tampil bersama.
Pengamat pemerintahan yang juga Ketua Karawang Monitoring Grup (KMG), Imron Rosadi, mengatakan, dirinya sangat menyayangkan bila isu keretakan bupati dan sekda tidak sekedar isapan jempol.
“Pemerintahan Aep-Maslani belum ada 100 hari tapi sudah ada isu keretakan bupati dengan sekda, sangat disayangkan kalau itu isu itu benar karena sekda merupakan bagian tokoh sentral dalam pemerintahan daerah,” kata Imron kepada delik.co.id, Minggu (25/5/2025) siang.
Imron tidak bisa memastikan apa yang menjadi pemicu yang berujung terjadi keretakan hubungan antara bupati dengan sekda, namun ia berharap hubungan bupati dengan sekda baik-baik saja agar roda pemerintahan daerah Kabupaten Karawang bisa berjalan dengan baik.
“Kita lihat nanti sampai akhir Mei 2025 apakah terjadi rotasi mutasi pejabat? kalau tidak terjadi rotasi mutasi nah itu mungkin yang jadi pemicunya, tidak ada titik temu,” tandasnya.
Terpisah, redaksi delik.co.id, berupaya meminta keterangan dari Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh terkait kabar tidak sedap itu.
Menurutnya, tidak ada keretakan hubungan antara dirinya dengan Sekda hanya karena pemicunya adalah rotasi mutasi pejabat Karawang lantaran rotasi mutasi tersebut belum terjadi.
“Apa yang retak? Kan rotasi mutasi belum terjadi. Isu itu enggak benar,” pungkasnya. (red).





