Konferensi pers PMB Unsika.

KARAWANG-Berbeda dengan tahun sebelumnya (tahun 2020-red), Iuran Pembangunan Institusi (IPI) di Unsika akan mengalami penurunan hingga 60 persen pada tahun akademik 2021/2022.

“Nominal IPI Unsika pada tahun ini telah disesuaikan dengan penurunan tertinggi sampai dengan 60 persen dari besaran IPI tahun sebelumnya, sesuai dengan biaya penyelenggaraan pendidikan pada masing-masing program studi,” kata Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan, Dr. Hartelina, S.E., M.Si., pada acara konferensi pers dengan sejumlah awak media, Senin (29/3/2021).

Baca juga : Unsika Siap Menerima 4.497 Mahasiswa Baru di TA 2021/2022

Ia menjelaskan, selain biaya uang kuliah tunggal (UKT) yang dikenakan kepada mahasiswa setiap semesternya, PTN dapat memungut IPI sebagai pungutan dan atau pungutan lain selain UKT dari mahasiswa yang masuk melalui seleksi mandiri bagi program sarjana dan diploma sesuai dengan ketentuan Pasal 10 Permendikbud Nomor 25 Tahun 2020.

“Unsika telah memberlakukan IPI sejak tahun 2020 lalu. Pada tahun ini Unsika sudah menyempurnakan konsep IPI dengan membagi iuran kedalam empat kelompok klaster dengan memperhatikan kemampuan ekonomi mahasiswa, orang tua mahasiswa atau pihak lain yang membiayainya,” pungkasnya. (red).