Komisi II DPRD Jabar Kunjungi Sentra Batik Trusmi, H. Budiwanto: Batik Bukan Sekadar Seni, tapi Motor Ekonomi Rakyat

Anggota Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat H. Budiwanto saat kunjungi Sentra Batik

BANDUNG-Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat melakukan kunjungan kerja ke Sentra Batik Trusmi, Cirebon, pada Selasa (26/9/2025). Kunjungan ini bertujuan meninjau langsung perkembangan industri batik lokal sekaligus mendengarkan aspirasi para pelaku UKM sebagai penggerak ekonomi kreatif di Jawa Barat.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut H. Budiwanto, S.Si., M.M., anggota DPRD Jabar dari Fraksi PKS yang juga mewakili daerah pemilihan Karawang–Purwakarta.

Bacaan Lainnya

Ia menegaskan bahwa sektor UKM, khususnya batik Cirebon, memiliki potensi besar untuk memperkuat laju pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus melestarikan warisan budaya bangsa.

“Batik Trusmi bukan hanya karya seni, tetapi juga simbol kemandirian ekonomi rakyat. Kami di Komisi II berkomitmen mendorong agar UKM mendapat dukungan kebijakan, akses pasar, serta digitalisasi agar lebih kompetitif,” ujar H. Budiwanto.

Kunjungan Komisi II DPRD Provinsi Jabar ke Sentra Batik Tusmi Cirebon.

Sentra Batik Trusmi sendiri diresmikan pada 14 April 2015 oleh Gubernur Ahmad Heryawan (Aher). Kala itu, kawasan batik ini dilengkapi lebih dari seratus kios untuk menampung pengrajin lokal. Aher menekankan pentingnya keterlibatan akademisi dalam desain motif dan pemasaran online, sehingga batik Cirebon dapat dikenal hingga kancah nasional dan internasional.

Sejak itu, Pemprov Jabar terus mendorong penguatan industri kreatif, antara lain : Sejak tahun 2016 Pemantapan Raperda Ekonomi Kreatif untuk memberikan payung hukum bagi pelaku usaha kreatif. Selain itu Program Seratus Ribu Wirausaha Baru guna mencetak generasi entrepreneur muda. Serta akselerasi adopsi teknologi digital oleh UMKM, termasuk pemasaran daring.

Melalui kunjungan ini, Komisi II DPRD Jabar menegaskan dukungan terhadap pelaku batik Trusmi agar terus berkembang. Pemerintah daerah diharapkan memperkuat ekosistem dengan penyediaan infrastruktur, pembiayaan ramah UKM, serta kolaborasi dengan perguruan tinggi dan sektor swasta.

“Industri kreatif seperti batik adalah warisan yang harus dijaga sekaligus peluang ekonomi masa depan. Jawa Barat harus memastikan bahwa UKM mendapat tempat utama dalam pembangunan ekonomi,” pungkas Budiwanto.

Dengan demikian, Sentra Batik Trusmi bukan hanya pusat belanja, tetapi juga ikon budaya dan ekonomi kreatif Jawa Barat yang terus diperjuangkan keberlanjutannya. (red).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *