Jaipongan di Sekre DPC PKB Karawang.

KARAWANG-Pengurus DPC PKB Karawang mengisi malam Jumat Kliwon dengan gelaran Jaipongan sambil joged di Sekretariat DPC PKB Karawang.

Tak ayal, apa yang dilakukan pengurus PKB Karawang menuai hujatan, di antaranya datang dari mantan Ketua DPC PKB Kabupaten Karawang, Ahmad Zamakhsary alias Kang Jimmy.

Kang Jimmy menjelaskan, dirinya bukannya alergi dengan kesenian tradisional daerah, bahkan dirinya pecinta Ketuk Tilu Jaipongan.

“Hanya segala persoalan itu kan harus melihat waktunya, kebetulan malam ini kan malam Jumat Kliwon,” ucapnya kepada delik.co.id, Kamis (26/8/2021) malam.

Ia menegaskan, sangat tidak pantas bagi pengurus PKB Karawang mengadakan virtual kesenian tradisional Jaipongan di malam Jumat Kliwon, apalagi sambil joged-joged dan saweran di kantor sekretariat DPC PKB Karawang.

Padahal, sambungnya, kantor dua lantai tersebut dibangun dengan susah payah dengan menghabiskan uang Rp1,1 miliar. Kemudian setelah dibangun, dirinya melakukan khataman Alquran sebanyak 100 kali, khirjul jausan kabir 1.000 kali.

“Sangat amat tidak pantas (gelar jaipongan di malam Jumat Kliwon). Karena bagaimanapun PKB itu partai yang dilahirkan dari rahim Jami’iyah Nahdlatul Ulama,” tegasnya.

Ia menyarankan kepada pengurus PKB Karawang agar kedepan PKB tidak ditinggalkan oleh konstituen, segera perbaiki semua itu.

“Silaturahmi kepada para kiai, para ajengan, tokoh masyarakat, mendengar apa yang mereka butuhkan, menampung serta memperjuangkan merealisasikan keinginan-keinginan masyarakat. Silahturahmi para pelaku seniman tradisional, kaum milienial dan itu yang saya laksanakan dulu, karena itu alhamdulillah atas izin Allah SWT dan atas dasar kebersamaan nafas semua pengurus pola pikir dan pandangan yang sama maka PKB berhasil mencetak sejarah masuk unsur pimpinan DPRD Karawang pada Pileg 2019,” tandasnya.

Sementara itu, Sekretaris DPC PKB Kabupaten Karawang, Ricky Sofyan, memberikan penjelasan bahwa selain untuk menampilkan pertunjukan (Jaipongan-red), hal ini juga dalam rangka membantu para seniman Kabupaten Karawang agar bisa dapat pekerjaan pada masa pandemi COVID-19 yang belum usai.

“Gelar virtual seni dan budaya Karawang via zoom dan streaming tujuannya untuk merangkul para seniman yang tidak bisa manggung karena masa pandemi, ini juga sekaligus hiburan rakyat,” kata Ricky.

“PKB memfasilitasi para seniman setiap malam Jumat untuk bisa manggung secara virtual. Intinya membantu para seniman di kondisi COVID-19 ini,” timpalnya.

Menurut Ricky, sebelum pagelaran Jaipongan dimulai, yakni bakda (usai) Magrib, DPC PKB Karawang melaksanakan yasinan (baca surat Yasin-red), mengingat sunnah Rasulullah SAW.

“Setelah pelaksanaan yasinan oleh para ustaz dan kiai DPC PKB Karawang, susunan acara dilanjutkan dengan pagelaran seni budaya secara Virtual,” ungkapnya.

“Perlu di ketahui sebelum ada pentas seni dan budaya, bakda magrib malam Jumat kita gelar yasinan, baru setelah itu pagelaran seni dan budaya. Bedanya yang terekspose hanya pentas seni,” sambungnya.

Ricky pun menegaskan, silaturahim para para kiai sudah dilakukan, ngaji rutin tiap DPAC PKB Karawang pun sudah dan selalu dilaksanakn setiap minggunya di seluruh kecamatan.

“Kami juga waktu Idul Adha memberikan kambing ke seluruh Rois MWCNU ke seluruh MWCNU di Kabupaten karawang. Jadi apa yang dikatakan beliau adalah masukan dan sudah dijalankan,” pungkasnya. (red).