DanYon Armed 9 Pasopati Kostrad, Letkol Arm Andi Achmad Afandi dilokasi latihan.

PURWAKARTA-Meski di tengah susana bulan Ramadan dan berpuasa, Batalyon Armed 9 Pasopati Kostrad tetap menggelar Latihan Tim Pelaksana Tembakan (LTPT) dengan menggunakan meriam 155/GS Caesar bertempat di kawasan Bumi Indah City (BIC), Kecamatan Bungursari, Kabupaten Purwakarta, Jumat (7/5/2021).

LTPT yang merupakan program sepanjang tahun itu, bertujuan untuk melatih kemampuan setiap personil maupun secara tim.

Sehingga, saat pasukan diterjunkan ke medan pertempuran, setiap personil selalu siap sesuai tugas- tugasnya.

Komandan Latihan (Danlat), Lettu Arm Muhammad Yunaz, mengatakan, kegiatan tersebut rencananya akan berlangsung selama enam hari. Selain teori, latihan tersebut juga diselingi dengan adanya simulasi hingga praktek.

“Kami memulai latihan ini dari Kamis (6/5/2021), jadi hari ini merupakan hari kedua. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, dan keterampilan prajurit sesuai kelompoknya dalam hubungan tim pelaksanaan tembakan,” tuturnya.

Ia menjelaskan, latihan kali ini satuannya menggunakan 12 pucuk meriam 155/GS Caesar, yang diikuti 120 prajurit dan terbagi menjadi 6 seksi.

“Materi yang dilatihkan adalah penyiapan meriam hingga siap tembak dan drill penembakan oleh masing-masing meriam,” terangnya.

Di tempat yang sama, Komandan Batalyon (Danyon) Armed Pasopati Kostrad, Letkol Arm Andi Achmad Afandi, menambahkan, pelatihan yang berlangsung di satuannya saat ini, lebih cenderung di fokuskan terhadap prosedur dan kerjasama teknis antar tim/seksi.

‚ÄúDalam melaksanakan suatu tugas pertempuran, kesisteman satuan Armed itu dapat di ibaratkan menghubungkan tiga hal penting yaitu mata, otak dan tangan pemukul,” ujar Andi.

Danyon menambahkan, dengan berjalannya sistem koordinasi dan kerja sama di antara unsur-unsur tersebut, maka tembakan yang optimal dapat dilaksanakan dengan terukur, tepat sasaran, efektif dan efisien.

“Tentunya dengan berjalannya prosedur teknis kesisteman yang baik akan mampu menghasilkan tembakan yang optimal untuk menghancurkan musuh,” paparnya.

Meskipun menjelani ibadah puasa Ramadan, lanjut dia, namun tidak sedikitpun menyurutkan semangat prajurit TNI AD dari Batalyon Armed 9 Pasopati Kostrad untuk tetap melakukan latihan.

“Walaupun dalam keadaan puasa prajurit TNI tetap melaksanakan latihan. Puasa bukan menjadi penghalang buat kami melakukan latihan-latihan seperti ini. Bahkan, puasa dijadikan pendorong agar bisa latihan lebih baik lagi,” jelasnya.

Perlu diketahui, sebagai satuan yang memiliki Alutsista tercanggih dan modern di satuan TNI AD, Batalyon Armed 9 Pasopati Kostrad diwajibkan untuk terus meningkatkan kemampuan dan ketrampilan, baik kolektif maupun perseorangan dalam mewujudkan satuan Armed yang handal dan profesional.

“Untuk itu teruslah berlatih, jangan pernah berhenti berlatih, karena kesejahteraan yang paling hakiki bagi prajurit adalah latihan. Latihan itu sangat penting, pasalnya tanpa latihan, tak ada prajurit yang hebat,” tandasnya. (wes/red).