KARAWANG-Proyek pembangunan Jetty (dermaga) yang menelan anggaran negara sebesar Rp2,4 miliar menuai keprihatinan publik.
Proyek yang bersumber dari uang rakyat tersebut dinilai berpotensi sia-sia karena hingga kini progress pekerjaannya diragukan selesai tepat waktu lantaran ujung Desember tersisa kurang lebih sepekan lagi.
Proyek yang dikerjakan oleh CV Cakra Buana Utama tersebut hanya memiliki waktu pelaksanaan 85 hari kalender, dengan spesifikasi panjang konstruksi 160 meter dan tinggi 3,5 meter, yang dirancang untuk menopang benteng penahan abrasi serta mengantisipasi banjir rob di wilayah pesisir.
Namun, hasil pantauan jurnalis delik.co.id di lokasi menunjukkan progres fisik bangunan belum maksimal. Disepanjang jalur Jetty, tumpukan batu belah masih terlihat belum seluruhnya terpasang.
Salah seorang pekerja di lokasi menyebutkan bahwa dari total panjang 160 meter, pemasangan batu belah baru mencapai sekitar 85 meter.
“Kalau dihitung-hitung, baru sekitar 70 persen yang terpasang. Target sebelum akhir tahun 2025 sudah selesai. Tenaga ahli katanya dari jawa, tapi nanti datang kalau bangunan sudah selesai, tinggal ngerjain finishing,” ujar pekerja tersebut saat ditemui di lokasi, Minggu (21/12/2025).
Sementara itu, pelaksana pekerja di lapangan Asden alias Daeng saat dikonfirmasi berdalih bila proyek Jetty dapat diselesaikan dalam waktu satu minggu ke depan, dengan catatan kondisi cuaca mendukung.
“Satu minggu lagi selesai, tergantung cuaca. Kalau cuaca bagus, bisa rampung,” katanya.
Menanggapi keberadaan tenaga ahli, Asden menegaskan dirinya sendiri berperan sebagai tenaga ahli teknis dan namanya tercantum dalam dokumen proyek. Ia mengaku telah mendapatkan arahan dari pihak dinas karena dianggap memahami kondisi teknis serta medan pekerjaan di lapangan.
“Tenaga ahli teknis saya sendiri. Kalau untuk finishing, tenaga ahlinya atas nama Menyan dari Tegal, Jawa Timur. Nanti kalau batu belah sudah terpasang semua, tim finishing baru datang. Paling satu minggu juga beres,” jelasnya.
Asden juga menyebutkan bahwa pengawasan dari pihak dinas terkait telah dilakukan oleh Hilman dan Ridwan, meski diakuinya baru dua kali melakukan peninjauan ke lokasi proyek. Terkait material, ia mengklaim pasokan batu belah sudah mencukupi.
“Batu belah sudah masuk sekitar 380 dump truck, stok aman. Tinggal pemasangan saja,” ujarnya.
Namun, saat ditanya mengenai kepastian proyek rampung sebelum berakhirnya tahun anggaran 2025, Asden kembali menekankan bahwa faktor cuaca dan kelancaran proses di lapangan menjadi penentu utama.
“Sekarang sudah di ujung tahun, hitungannya hari. Material ada, tinggal cuaca dan prosesnya saja,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, pelaksana CV Cakra Buana Utama belum dapat ditemui untuk memberikan keterangan resmi. Jurnalis delik.co.id akan terus memantau perkembangan proyek Jetty Muara Sedari agar dapat diselesaikan tepat waktu dan sesuai dengan anggaran serta spesifikasi yang telah ditetapkan. (man/red).





