KARAWANG-Proyek rehabilitasi ruang kelas SDN Solokan II yang berlokasi di Desa Solokan Kecamatan Pakisjaya, diduga alami sejumlah kendala di tahap awal pelaksanaan yang dikerjakan oleh pihak kontraktor.
Diketahui, Proyek tersebut sudah dimulai dengan pembongkaran pada hari minggu kemarin, namun hingga kini aktivitas pekerja di lokasi masih minim.
Proyek yang dibiayai oleh APBD Kabupaten Karawang melalui Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) ini, sampai saat ini belum juga terpasang papan proyek.
Diduga pihak pemborong langgar Undang-undang Keterbukaan Publik (KIP).
Menurut pantauan delik.co.id di lapangan, terlihat dari bahan material yang disiapkan untuk proyek ini ada kejanggalan. Bahan yang tersedia di lokasi saat ini hanya berupa herbel dan pasir dengan jumlah kurang dari dua kubik.
Diduga juga proyek itu pakai pasir Citarum yang kadar lumpurnya tinggi, padahal menurut informasi yang dihimpun oleh awak media bahwa pasir yang harus digunakan pasir pasang di antaranya pasir dari Subang dan Purwakarta
Dengan adanya temuan tersebut pihak pengawas dari dinas terkait perlu bertindak tegas, pasalnya kondisi saat ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat terkait kelancaran dan kualitas pengerjaan proyek rehabilitasi tersebut.
TM, selaku warga setempat mengatakan, sampai sekarang para pekerja belum terlihat mulai bekerja secara signifikan, dan bahan material yang disediakan juga sangat minim.
“Kami khawatir, kalau ini terus berlanjut, proses rehabilitasi akan terhambat,” ujarnya kepada delik.co.id, Kamis (10/10/2024).
Ia berharap, proyek ini dapat berjalan sesuai dengan rencana agar dapat segera memberikan fasilitas belajar yang lebih baik bagi siswa SDN Solokan II.
“Namun, dengan kondisi saat ini, masyarakat meminta adanya pengawasan yang lebih ketat dari pihak terkait untuk memastikan bahwa pengerjaan proyek berjalan sesuai jadwal dan spesifikasi yang telah ditetapkan,” ucapnya.
Terpisah, MT selaku pihak pelaksana saat dimintai keterangan terkait bahan matrial tersebut oleh awak media mengatakan, pihaknya akan bawa sample material terlebih dahulu buat diserahkan ke konsultan.
“Sebelum saya pasang biar saya koreksi dan cek dulu di lapangan,” ujarnya.
Sampai berita ini terbit, pihak konsultan dan pengawas dinas terkait agar kroscek ke lokasi untuk melihat pembangunan yang diduga melenceng dari RAB. (man/red).





