AKPERSI Jabar Geram Oknum Pengawas Korwilcambidik Tirtajaya Diduga Lecehkan Profesi Wartawan

Ilustrasi

KARAWANG-Pernyataan yang diduga dilontarkan salah satu pengawas di lingkungan Korwilcambidik Kecamatan Tirtajaya, Kabupaten Karawang, menuai kecaman.

Pasalnya, pengawas tersebut disebut-sebut menyampaikan kalimat yang dianggap melecehkan profesi wartawan dengan menyebut “wartawan butuh duit”.

Bacaan Lainnya

Ucapan tersebut langsung memicu reaksi keras dari Asosiasi Keluarga Pers Indonesia(AKPERSI) DPD Provinsi Jawa Barat. Organisasi tersebut menilai pernyataan itu tidak pantas disampaikan oleh seorang pejabat di lingkungan pendidikan dan berpotensi menyinggung insan pers.

Perwakilan AKPERSI Jabar menegaskan, wartawan merupakan profesi yang dilindungi undang-undang dan memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi kepada publik.

“Kami sangat menyayangkan adanya ucapan yang diduga menyebut wartawan butuh duit. Pernyataan seperti itu tidak etis dan terkesan merendahkan profesi wartawan,” ujar Asep Kurniawan (Askur) Ketua Divisi Investigasi dan Monitoring AKPERSI DPD Jabar.Rabu(13/5/2026)

Askur menilai, pejabat publik seharusnya mampu menjaga sikap dan perkataan, terlebih kepada insan pers yang menjalankan tugas jurnalistik sebagai kontrol sosial.

“Pers adalah mitra dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Jangan sampai ada ucapan yang justru menimbulkan kegaduhan dan memperkeruh hubungan antara pejabat publik dengan insan pers,” lanjutnya.

AKPERSI Jabar juga meminta agar pihak terkait segera memberikan klarifikasi atas ucapan yang telah menjadi perbincangan tersebut. Bahkan, AKPERSI Jabar mengaku siap mengawal persoalan ini apabila tidak ada itikad baik untuk meluruskan pernyataan tersebut.

“Kami meminta ada klarifikasi dan permintaan maaf secara terbuka apabila ucapan itu benar disampaikan. Jangan sampai persoalan ini terus melebar dan mencederai marwah profesi wartawan,” tegasnya.

Polemik ini kini menjadi sorotan di kalangan masyarakat dan insan pers di Kabupaten Karawang. Banyak pihak berharap persoalan tersebut dapat segera diselesaikan secara bijak agar tidak menimbulkan konflik berkepanjangan.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Korwilcambidik Kecamatan Tirtajaya belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan pernyataan tersebut. (sep/red).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *