CV Cariu Indah Kerjakan Tambal Sulam Dinding Proyek Rehab SDN Ciptamarga II Diduga Asal Tambal, Warga Minta Bagian Keropos Dibongkar

Tampak pengerjaan asal tambal sulam oleh CV Cariu Indah di proyek rehablilitasi ruang kelas SDN Ciptamarga II.

KARAWANG-Kualitas pekerjaan tambal sulam dinding pada proyek rehabilitasi ruang kelas SDN Ciptamarga II di Desa Ciptamarga Kecamatan Jayakerta, lagi dan lagi kembali menjadi sorotan.

Warga meminta bagian dinding yang masih diduga keropos dibongkar dan diperbaiki secara menyeluruh, bukan sekadar ditutup atau dipoles menggunakan kompon.

Bacaan Lainnya

Proyek rehabilitasi yang dikerjakan CV Cariu Indah dengan nilai kontrak sebesar Rp254.581.000 tersebut sebelumnya juga mendapat sorotan terkait penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), kualitas pekerjaan hingga persoalan gambar kerja.

Berdasarkan pantauan kembali di lokasi, sejumlah bagian dinding terlihat telah dilakukan penambalan pada permukaannya. Namun, warga menilai perbaikan tersebut belum menyentuh bagian dinding yang diduga masih keropos di bagian dalam.

Kondisi itu dikhawatirkan membuat hasil perbaikan tidak bertahan lama dan kerusakan kembali muncul setelah proyek selesai.

Madnuh, warga setempat, meminta pelaksana tidak hanya memperbaiki permukaan dinding. Menurutnya, bagian yang benar-benar keropos seharusnya dibongkar terlebih dahulu sebelum dilakukan perbaikan kembali.

“Kalau tambal sulam dinding, saya minta dibongkar lagi. Percuma kalau cuma dipoles pakai kompon, sementara di dalam dindingnya masih keropos. Dikhawatirkan tidak akan bertahan lama dan tembok cepat rusak lagi,” ujar Madnuh kepada jurnalis delik.co.id, Kamis (13/8/2026).

Ia juga meminta pihak pelaksana bersama konsultan pengawas dan dinas terkait lebih serius memastikan kualitas pekerjaan sesuai spesifikasi teknis.

Menurutnya, pengawasan tidak cukup hanya dengan melakukan pengecekan ke lokasi, tetapi harus memastikan setiap pekerjaan yang dinilai kurang baik benar-benar diperbaiki.

“Pemborong dan konsultan pengawas harus peka terhadap kualitas pekerjaan. Jangan hanya kontrol lalu pulang begitu saja. Saya juga mendapat informasi dari pekerja bahwa gambar kerja belum diberikan kepada mereka. Kalau gambar kerja saja tidak ada di tangan pekerja, bagaimana pekerjaan bisa maksimal” katanya.

Sementara itu, Suen, salah seorang pekerja, membenarkan bahwa bagian dinding yang diperbaiki sebelumnya dilakukan dengan cara dipoles menggunakan kompon.

“Memang dipoles pakai kompon. Kalau nanti dikontrol dan diminta dibongkar, ya pasti dibongkar. Coba nanti dilihat lagi,” ujarnya.

Pekerja lainnya juga mengungkapkan bahwa dirinya hingga kini belum menerima gambar kerja proyek. Ia menyebut gambar kerja masih berada di pihak konsultan.

“Gambar kerja sampai sekarang belum diberikan. Katanya masih di konsultan. Saya juga bingung bagian mana lagi yang mau dikerjakan,” ungkapnya.

Sebelumnya, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana (Kabid Sarpas) Disdikbud Kabupaten Karawang, Dede Pram menyatakan bahwa informasi maupun temuan yang disampaikan menjadi bahan evaluasi bagi pihaknya untuk memberikan teguran kepada pelaksana proyek.

Tidak hanya mengenai penerapan K3, Dede juga meminta pekerjaan tambal sulam dinding yang dinilai belum maksimal segera diperbaiki. Terlebih, proyek tersebut masih berada dalam masa pemeliharaan.

Namun, warga menilai perbaikan di lapangan belum sepenuhnya menjawab persoalan. Bagian dinding yang diduga masih keropos disebut hanya dipoles menggunakan kompon. Di sisi lain, pekerja mengaku belum menerima gambar kerja proyek.

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas pengawasan di lapangan, terutama dalam memastikan pekerjaan rehabilitasi benar-benar sesuai spesifikasi teknis, gambar kerja, serta standar kualitas yang telah ditetapkan.

Warga berharap pihak terkait tidak menunggu sampai kerusakan kembali muncul setelah bangunan digunakan. Bagian dinding yang memang sudah keropos dinilai lebih tepat dibongkar dan diperbaiki secara menyeluruh daripada hanya mempercantik permukaannya.

Hingga berita ini di publikasikan, pihak pelaksana proyek CV Cariu Indah belum berhasil ditemui untuk memberikan tanggapan atas konfirmasi yang disampaikan melalui pesan WhatsApp terkait kualitas pekerjaan tambal sulam dinding maupun keberadaan gambar kerja di lokasi proyek. (man/red).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *