KARAWANG–Hujan lebat yang terus mengguyur sejumlah daerah sentra pertanian, khususnya di Dapil III Karawang (Batujaya, Cibuaya, Cilebar, Pakisjaya, Pedesdan Tirtajaya), dikhawatirkan berdampak pada kualitas dan harga padi hasil panen petani. Kondisi ini berpotensi menimbulkan kerugian besar jika tidak segera diantisipasi.
Oleh karena itu, anggota DPRD Karawang dari Dapil III, Nurhadi, mendesak,Perum BULOG untuk segera turun tangan menampung hasil panen padi para petani.
Pasalnya, sejumlah petani mengeluhkan turunnya harga gabah akibat kadar air yang tinggi karena panen dilakukan di tengah cuaca ekstrem. Jika tidak segera diserap, hasil panen berisiko rusak dan tidak laku di pasaran. Situasi ini membuat posisi petani semakin rentan, terutama di tengah meningkatnya biaya produksi.
“Pada saat panen raya di wilayah Dapil III Karawang, hujan lebat terus mengguyur hampir setiap hari. Ini jelas berdampak pada harga Gabah Kering Panen (GKP) turun drastis di bawah harga yang sudah ditetapkan oleh pemerintah yaitu sebesar 6.500/kg,” kata Nurhadi kepada delik.co.id, Jumat (16/1/2026).
Namun faktanya di lapangan, lanjut kata Wakil Ketua Komisi II DPRD Karawang ini, dalam kondisi panen yang terus di guyur hujan bahkan di beberapa kecamatan tanaman padi yang siap panen terendam banjir. Sehingga harga GKP menjadi turun dibawah harga yang sudah di tetapkan pemerintah
“Saya menerima keluhan para petani harganya 5.000/kg sampai dengan 5.400/kg dalam kondisi padi yang bercucuran air,” beber politisi Demokrat ini.
Ia mendesak peristiwa ini harus disikapi oleh BULOG yang sudah mendapat mandat dari Presiden untuk membeli harga gabah hasil petani sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp6.500/kg.
“Kasihan para petani, harapannya hanya mengandalkan panen, kalau Bulog tidak segera turun banyak kerugian yang di alami petani,” ujarnya.
Ia menilai kehadiran Bulog sangat dibutuhkan sebagai penyangga harga. Dengan menyerap gabah petani sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP), BULOG dapat mencegah anjloknya harga di tingkat petani sekaligus menjaga stabilitas stok pangan nasional.
“BULOG harus proaktif. Jangan menunggu harga jatuh atau petani merugi lebih dalam. Penyerapan hasil panen saat musim hujan adalah bentuk nyata kehadiran negara,” pungkasnya.
Dengan langkah cepat dan tepat dari BULOG, diharapkan petani dapat terhindar dari kerugian, sementara ketahanan pangan nasional tetap terjaga di tengah tantangan cuaca ekstrem yang melanda berbagai wilayah, khususnya di Kabupaten Karawang. (red).



