Diduga PHK Sepihak, BRI Cabang Depok Dilaporkan Mantan Karyawannya

0
Kantor BRI KCP Depok ampak dari depan.

KARAWANG-Diduga telah melakukan PHK sepihak dan tidak memberikan hak mantan karyawan sesuai aturan ayng berlaku, BRI KCP Depok dilaporkan oleh mantan karyawannya, Ayudhia Hasibuan.

Ayudhia pun menceritakan kronologisnya berawal ketika PT Bank Rakyat Indonesia Tbk KCP Depok telah melakuan PHK secara sepihak terhadap dirinya sebagai karyawan FrontLiner-Teller.

“Kerjadian ini terjadi pada tahun 2019 dimana Pemimpin Cabang KCP Depok, Rahmat Merdeka, mengirimkan surat dengan Nomor B.3044/KC-XIV/LYI/11/2019, tertanggal 29 N0vember 2019, Perihal Surat Pemberitahuan, yang isinya menyampaikan bahwa TMT 1 Desember 2019 Penugasan Sdri. Ayudhia Hasibuandi KCP BRI Margonda telah berakhir,” ujarnya.

Setelah itu, lanjutnya, pada tanggal 25 November 2019 PT Bank Rakyat Indonesia Tbk mengeluarkan Surat Keterangan dengan No. B. 2991/KC-XIV/LYI/11/2019 yang isinya menyatakan Sdri. Ayudhia Hasibun telah bekerja di PT Bank Rakyat Indonesia Tbk, Kantor Cabang Depok, sejak tanggal 1 Desember 2012 sampai dengan 01 Desember 2019 dengan posisi terkahir sebagai Pekerja Kontrak Frontliner Teller, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk KCP Margonda Kantor Cabang Depok.

Persoalan ini timbul karena Ayudhia Hasibuaan tidak mendapatkan hak-haknya sebagai pekerja. Apalagi masa kerja dari Ayudhia tersebut adalah 7 tahun, sehingga PKWT/kontrak yang dibuat oleh PT Bank Rakyat Indonesia Tbk adalah menyalahi aturan ketenagakerjaan.

Berdasarkan Pasal 59 ayat (1) UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, perjanjian kerja untuk waktu tertentu hanya dapat dibuat untuk pekerjaan yang menurut jenis dan sifat atau kegiatan pekerjaannya akan selesai dalam waktu tertentu, yaitu:

a. pekerjaan yang sekali selesai atau yang sementara sifatnya;

b. pekerjaan yang diperkirakan penyelesaiannya dalam waktu yang tidak terlalu lama dan paling lama 3 (tiga) tahun;

c. pekerjaan yang bersifat musiman; atau

d. pekerjaan yang berhubungan dengan produk baru, kegiatan baru, atau produk tambahan yang masih dalam percobaan atau penjajakan.

Atas dasar itu Ayudhia Hasibuan meminta Kantor Hukum R. Dian Abadi & Partners yang berlokasi di Karawang untuk membantu menangani kejadian yang menimpa dirinya.

Melalui kuasanya, R. Dian Abadi, S.H., M.H., mengatakan, sebenarnya kliennya sudah meminta secara baik-baik kepada BRI agar membayar uang pesangonnya sesuai dengan aturan, namun karena tidak ada tanggapan maka kliennya sendiri mengadu kepada pihak Dinas Tenaga Kerja setempat (Depok).

“Setelah melalui proses mediasi, maka mediator memberikan anjuran agar perusahaan membayarkan uang pesangon, uang penghargaan masa kerja, dan uang penggantian hak dengan perhitungan masa kerja 4 tahun dipotong masa kontrak,” bebernya.

Melihat hasil mediasi, dan berkonsultasi dengan pihaknya, maka pihaknya menolak terhadap anjuran tersebut.

“Kami beranggapan bahwa permasalahan disana adalah bukan masalah pelanggaran PKWTnya, tetapi Pihak BRI salah dalam menerapkan atutran PKWT yang menurut kami bahwa untuk pekerjaan tersebut tidak dapat dilakukan PKWT tetapi PKWTT,” ungkapnya.

Lebih lanjut R. Dian mengatakan bahwa ,Adapun yang menjadi dasar pihaknya adalah:

a. Pekerjaan yang tidak sekali selesai dan tidak sementara.

b. Pekerjaan yang tidak selesai dalam 3 tahun.

c. Pekerjaan yang tidak bersifat musiman.

d. Pekerjaan yang tidak berhubungan dengan produk baru.

“Dengan demikian pekerjaan tersebut tidak dapat dilakukan PKWT/kontrak melainkan PKWTT/tetap. Hal ini jelas melanggar Pasal 59 Ayat (1) dan (2) UU No. 13 Tahun 2003,” tegasnya.

Selanjutnya R. Dian menjelaskan bahwa kasus ini sudah sampai pada replik, dimana Tergugat dalam hal ini BRI melakukan beberapa eksepsi, yang salah satu diantaranya adalah Pengadilan tidak berwenang mengadili .

“Atas dasar eksepsi tersebut, kami sudah menyiapkan bukti-bukti surat yang diminta oleh hakim untuk diperlihatkan pada sidang hari ini (14 April 2021),” ujarnya.

Lebih lanjut, R. Dian berharap bahwa keadilan ini benar-benar milik kliennya dan perselisihan ini segera berakhir dan Bank BRI membayar kewajiban terhadap kliennya. (rilis/red).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *