BANDUNG-Hari Kesaktian Pancasila setiap tahun diperingati bukan hanya untuk mengenang sejarah, tetapi juga untuk mengingatkan semua pihak, terutama generasi muda, tentang pentingnya menjaga persatuan bangsa.
Tantangan hari ini berbeda dengan masa lalu. Bila dahulu ancamannya berupa senjata, sekarang ancamannya ada di dunia digital lewat hoaks, ujaran kebencian, dan perpecahan di media sosial.
Menurut H. Budiwanto, Anggota DPRD Jawa Barat dari Fraksi PKS, generasi muda saat ini punya peran besar dalam menjaga nilai-nilai Pancasila.
Ia menegaskan bahwa gotong royong bisa diwujudkan dengan cara baru, misalnya lewat donasi online, kampanye sosial, atau kolaborasi di dunia digital.
“Anak-anak muda sekarang sudah sangat melek teknologi. Semangat gotong royong jangan hilang, tapi justru dikembangkan dengan cara yang relevan. Misalnya, membantu sesama lewat platform digital atau mendukung gerakan kreatif bersama. Itu juga bentuk nyata Pancasila,” kata H. Budiwanto.
Ia juga mengingatkan, semangat keadilan dan kemandirian bisa diwujudkan lewat inovasi. Banyak anak muda yang sudah mulai mendirikan usaha rintisan (startup), mengembangkan pertanian modern, hingga bergerak di bidang pangan untuk menciptakan kemandirian bangsa.
Legislator dari Dapil Jabar X (Karawang-Purwakarta) ini menyoroti kondisi media sosial yang sering menjadi ruang perdebatan panas. Menurutnya, anak muda harus bisa menjadi penyejuk, bukan malah ikut menambah keruh suasana.
“Kalau dulu para pejuang mempertaruhkan nyawa melawan penjajah, sekarang tantangan kita adalah melawan hoaks dan ujaran kebencian. Di sini Pancasila membuktikan kesaktiannya, sebagai pengingat bahwa persatuan lebih penting dari perbedaan,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa Hari Kesaktian Pancasila bukan sekadar mengenang peristiwa masa lalu, tetapi harus menjadi bahan bakar semangat untuk melangkah ke depan.
“Generasi muda harus berani tampil sebagai penjaga persatuan. Mari kita buktikan bahwa Pancasila tetap hidup, bukan hanya di buku sejarah, tapi juga di keseharian kita di sekolah, di tempat kerja, maupun di media sosial,” pungkasnya. (red).





