Tak Gentar Dilaporkan Balik, Gary Klaim Pelaporan Kades Sukaluyu dan Bumdes Ke Kejari Jabar Didasari Bukti dan Riset Kuat

Dr. Gary Gagarin Akbar, S.H., M.H.

KARAWANG-Pelaporan Kades Sukaluyu, LH, dan Bumdes ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jabar oleh PT HBSP melalui kuasa hukumnya, Gary Gagarin Akbar, berbuntut panjang.

Sejumlah pihak menilai pelaporan tersebut tidak mendasar dan fitnah belaka.

Bacaan Lainnya

Bahkan, mereka ancam akan lapor balik PT HBSP ke APH.

Menanggapi ancaman tersebut, Gary Gagarin dan timnya merasa tidak gentar dan siap hadapi segala konsekuensinya.

“Mengapa sudah ada kesepakatan (perjanjian) namun kliennya (PT. HBSP) masih melakukan gugatan, karena kami melaporkan Kepala Desa Sukaluyu dan Bumdes-nya, sudah dengan kajian hukum dan sejumlah alat bukti,” kata Gary, Jumat (14/6/2024).

“Jadi terkait dengan kenapa sudah ada kesepakatan tapi masih bisa digugat? yang harus dipahami adalah kita bicara secara global jadi artinya tidak hanya berfokus terhadap perjanjiannya saja,” timpalnya.

Gary menegaskan, pelaporan tersebut sudah melalui kajian kajian hukum dan riset serta dan beberapa alat buktipun telah disiapkan.

“Artinya ya kita sudah sangat siap melaporkan perkara ini dengan segala konsekuensinya,” tegasnya.

Kemudian disampaikan Gary Gagarin, terkait dengan warga Sukaluyu yang merasa ini adalah fitnah, harus dipastikan kembali, seberapa banyak warga Sukaluyu yang satu visi dan satu pandangan dengan pihaknya (pelapor).

“Saya berkeyakinan tidak semua warga Desa Sukaluyu menolak dengan langkah-langkah kami melaporkan kepala desa dengan bumdes-nya. Karena yang kami lakukan adalah ssebagai suatu hak dari warga negara untuk melaporkan, atas temuan- temuan yang kami rasa ini sangat merugikan bagi kepentingan klien kami,” ujarnya.

Kemudian disinggung soal akan ada pelaporan balik terhadap PT HBSP, Gary mempertanyakan untuk laporan balik juga harus jelas dasar dan alasannya, namun yang pasti semua harus bisa dibuktikan.

“Siapa yang mendalilkan dia harus bisa membuktikan, artinya biarkan proses laporan kami dibuktikan dulu ya, kalau enggak terbukti ya silakan laporkan balik, tapi kalo misalkan terbukti bagaimana,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kantor Hukum Gary Gagarin & Partners melaporkan Kepala Desa Sukaluyu dan Direktur Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) terkait dugaan Tindak Pidana Korupsi ke Kejaksaan Tinggi ( Kejati) Jawa Barat.

Dalam siaran persnya, Gary Gagarin menuturkan, jika kliennya (sebuah perusahaan HBSP) dipaksa memberikan sejumlah uang fee dari hasil usaha bekerja sama dengan pihak perusahaan yang berada diwilayah Desa Sukaluyu.

“Jadi, klien kami dipaksa memberikan sejumlah fee dari hasil usaha yang bekerja sama dengan perusahaan yang berada di wilayah desa Sukaluyu. Yang mana dipaksa dituangkan dalam bentuk perjanjian. Klien kami mulai memberikan fee sejak tahun 2021 sampai dengan tahun 2024 dengan total uang yang sudah diberikan kurang lebih Rp1,4 miliar,” ungkapnya.

Oleh karena itu, tegas Gary, pihaknya menduga Kepala Desa Sukaluyu telah memenuhi unsur Pasal 12 huruf e UU Tipikor yang menyatakan bahwa dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun dan denda paling sedikit Rp200 juta dan paling banyak Rp1 miliar. (red).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *