JAKARTA-Amal Khair Yasmin (AK Yasmin) bersama Aflatoun International resmi menjalin kerja sama dengan Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi (Ditjen Diksi) Kemendikbud RI melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) Program Literasi Finansial.
Penandatanganan MoU ini dilaksanakan di Hotel GranDhika, Jakarta, Rabu-Kamis (13-14/8/2025), dalam rangkaian acara Direktorat Kursus dan Pelatihan yang mengusung kemitraan antara pendidikan vokasi dan dunia usaha, dunia industri, serta dunia kerja (DUDIKA).
Kegiatan ini turut menghadirkan berbagai mitra industri lainnya, seperti PT Tera Data Indonusa (Axioo), PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing, PT Akademi Kopi Indonesia, Metier Academy (ESMOD), dan PT Sasana Solusi Digital.
Seluruh mitra bersama Ditjen Diksi menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) untuk memperkuat sinergi dan meningkatkan kualitas pendidikan vokasi yang relevan dengan kebutuhan industri.
Hadir melalui zoom meeting dari Aflatoun International, Mr. Roeland Monasch-CEO Aflatoun, Lucky Ferdinand Lumingkewas-Senior Programme Manager – Asia dan Ya-Ling Chao-Asia Regional Coordinator.
Dalam kemitraan ini, AK Yasmin dan Aflatoun International akan berperan dalam penyusunan serta kontekstualisasi modul pembelajaran literasi finansial bagi SMK, lembaga kursus, dan perguruan tinggi vokasi di seluruh Indonesia. Program ini juga akan dilanjutkan dengan Training of Trainers (ToT) bagi para widyaiswara dan guru SMK, serta pengembangan sekolah model (piloting) untuk implementasi literasi finansial.
Dirjen Pendidikan Vokasi, Tatang Muttaqin, Ph.D, menegaskan bahwa kolaborasi pendidikan vokasi dengan industri tidak hanya bertujuan mencetak lulusan siap kerja, tetapi juga membangun sinergi sejak proses pendidikan.
“Kolaborasi adalah tentang membangun sinergi sejak dari hulu, agar setiap langkah pembelajaran relevan, aplikatif, dan berorientasi pada masa depan,” ujarnya.
Sulistiyo, Manajer Program AK Yasmin, menjelaskan bahwa literasi finansial sangat penting bagi siswa SMK yang sebagian besar akan langsung memasuki dunia kerja.
“Setelah lulus, mereka akan mendapatkan gaji dan mengelola uang. Penting bagi mereka untuk memiliki mental delayed gratification, kemampuan merencanakan dan menganggarkan, serta kebijaksanaan menggunakan uang, termasuk dalam kegiatan sosial dan berbagi,” ungkapnya.
Program ini diharapkan dapat membentuk generasi vokasi yang cerdas finansial dan berdaya saing tinggi. (red).





