Dosen FISIP UNSIKA : Penangkapan Maduro Ilegal dan Langgar Kedaulatan Suatu Negara

Pengamat politik dan Dosen Fisip Unsika, Dr. Gili Argenti.

KARAWANG-Presiden Venezuela Nicolás Maduro dikabarkan ditangkap oleh otoritas Amerika Serikat dalam sebuah operasi internasional yang berlangsung pada beberapa waktu lalu. Penangkapan tersebut disebut-sebut terkait dugaan pelanggaran hukum internasional dan kejahatan lintas negara.

Penangkapan Maduro oleh Amerika Serikat mendapat kritikan dari sejumlah pengamat politik dan hubungan internasional, di antaranya dari Dr. Gili Argenti.

Bacaan Lainnya

Dosen FISIP UNSIKA ini menjelaskan, dalam hukum internasional melarang segala bentuk intervensi kekuatan militer antar negara, kecuali mendapatkan mandat dari Dewan Keamanan PBB, atau suatu negara melakukan pembelaan diri dari invasi negara lain, sehingga negara itu diperbolehkan menggunakan kekuatan militernya.

“Sedangkan di dalam konteks perdagangan narkoba yang dituduhkan Amerika Serikat pada Nicolás Maduro, sebenarnya tidak memenuhi kriteria membolehkan adanya intervensi militer,” katanya pada delik.co.id, Minggu (4/1/2026) siang.

Dengan tegas Gili mengatakan,, penangkapan Maduro merupakan tindakan ilegal, bentuk pelanggaran kedaulatan suatu negara pada negara lain, terlebih Maduro masih menjabat sebagai kepala negara. Berdasarkan hukum internasional memiliki kekebalan yang melekat, tidak dapat tunduk pada yurisdiksi pengadilan negara lain, kecuali ada mandat Dewan Keamanan PBB atau pengadilan internasional misalnya International Criminal Court (ICC).

Tindakan Amerika Serikat melakukan intervensi militer ke negara lain, telah dilakukan berulang, misalnya invasi Amerika Serikat pada Maret 2003 ke Irak dengan dalih Presiden Saddam Hussein memiliki senjata pemusnah masal, ternyata setelah pemerintah Irak berhasil dijatuhkan, tuduhan Irak memproduksi dan memiliki senjata pemusnah masal itu tidak terbukti.

“Tindakan Amerika Serikat sepertinya ingin menyampaikan pesan kepada musuh-musuhnya, dengan menyebarkan ketakutan, bahwa Amerika Serikat memiliki kekuasaan besar untuk menghukum pihak-pihak yang melawan kebijakan negara adi kuasa itu, kebijakan Venezuela di bawah Maduro mengarah ke kiri (sosialis), melanjutkan pendahulunya Hugo Chávez, menempuh jalan anti-neoliberalisme dan pro-negara dalam ekonomi strategis. Kebijakan sosialis ala Maduro ini, tidak disukai Amerika Serikat yang memiliki orientasi pada kapitalisme-global,” tutupnya. (red).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *