Jadikan Sampah Sebagai Sahabat, Berikut Gagasan H. Budiwanto Ubah Sampah Jadi Cuan

H. Budiwanto, S.Si., M.M.

KARAWANG-Anggota Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat, H. Budiwanto, S.Si, M.M, menegaskan, pentingnya perubahan paradigma dalam menyikapi persoalan sampah.

Menurutnya, sampah tidak seharusnya diperlakukan sebagai musuh yang harus diperangi, melainkan sebagai sahabat yang jika dikelola dengan baik, justru bisa menjadi sumber cuan dan solusi ekonomi berkelanjutan.

Bacaan Lainnya

“Hampir di banyak daerah, sampah dianggap musuh besar, layaknya dalam peperangan. Padahal, sampah bisa jadi sahabat yang menghasilkan, kalau kita kelola dengan benar,” ujar H. Budiwanto dalam keterangannya, Minggu (20/4/2025).

Ia mencontohkan Kabupaten Karawang yang memiliki jumlah penduduk lebih dari 2,7 juta jiwa, menghasilkan tidak kurang dari 1.000 ton sampah per hari. Dari jumlah tersebut, sekitar 400 ton harus direlokasi ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) setiap hari. Hal ini tentu menyedot anggaran yang besar dari APBD.

“Kalau kita terus menganggap sampah sebagai musuh, bayangkan berapa besar biaya perang yang harus disiapkan. Tapi kalau dijadikan sahabat, ini justru bisa menjadi salah satu sumber pendapatan daerah, terutama melalui Dinas Lingkungan Hidup,” terangnya.

H. Budiwanto mengusulkan beberapa langkah strategis agar persoalan sampah bisa menjadi peluang :

1. Revisi Perda Pengelolaan Sampah

Pemerintah daerah perlu melakukan revisi Peraturan Daerah tentang pengelolaan sampah agar lebih sistematis dan terintegrasi.

2. Pelibatan Seluruh Pemangku Kepentingan

Semua pihak—masyarakat, pengusaha, hingga pelaku usaha swasta—harus dilibatkan, terutama mereka yang menghasilkan sampah di rumah atau tempat usahanya.

3. Sanksi dan Reward

Diberikan sanksi tegas bagi yang tidak memilah sampah dari sumber utamanya, seperti rumah tangga. Sebaliknya, warga yang disiplin bisa diberikan imbalan berupa uang sesuai jenis sampah yang dikumpulkan.

4. Pembentukan Satgas Sampah

DLHK membentuk satuan tugas dari tingkat kabupaten hingga RT untuk mengelola sampah dengan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Satgas ini akan menjadi ujung tombak pengumpulan dan pengolahan sampah.

Ia juga mendorong pemerintah daerah untuk mengembangkan pengolahan sampah berskala industri. Sampah plastik bisa diolah menjadi biji plastik, sampah organik bisa menjadi pupuk atau pakan maggot, bahkan dikembangkan menjadi biogas.

“Pemerintah harus berani berinvestasi dan menggandeng pihak ketiga dalam pengelolaan sampah secara industrial. Ini bukan hanya soal lingkungan, tapi juga potensi ekonomi dan sumber pendapatan baru bagi daerah,” tegasnya.

Terakhir, ia menekankan pentingnya ketegasan pemerintah dalam penerapan aturan.

“Dengan regulasi yang ketat, pemerintah daerah bisa memberikan punishment dan reward bagi semua pihak. Yang tidak patuh diberi sanksi, yang patuh diberi insentif. Sampah bisa jadi berkah, kalau kita serius,” pungkasnya. (red).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *