KARAWANG-Potensi munculnya fenomena El Nino pada pertengahan hingga semester kedua tahun 2026 mulai menjadi perhatian berbagai pihak.
Meski saat ini statusnya masih berupa prediksi dengan kategori lemah hingga moderat, masyarakat diminta mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan dampak musim kemarau yang lebih panjang dan kering.
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, H. Budiwanto, S.Si., M.M., mengatakan, kesiapsiagaan perlu dibangun sejak dini, terutama di daerah pertanian seperti Karawang yang menjadi salah satu lumbung pangan nasional.
“Walau probabilitasnya masih sekitar 50 sampai 80 persen, pemerintah Provinsi Jawa Barat dan masyarakat perlu waspada dan antisipatif terhadap berbagai kemungkinan yang terjadi. Jangan sampai kita terlambat mengambil langkah,” ujarnya, Jumat (23/5/2026).
Menurut H. Budiwanto, dampak El Nino biasanya tidak hanya dirasakan dari suhu udara yang lebih panas, tetapi juga berpengaruh langsung terhadap sektor pertanian, ketersediaan air, hingga produktivitas pangan masyarakat.
Beberapa dampak yang perlu diantisipasi di wilayah Jawa Barat antara lain meningkatnya kebutuhan air irigasi, tanah yang lebih cepat kering, penyesuaian jadwal tanam, hingga risiko gagal panen atau puso apabila musim kemarau berlangsung lebih panjang dari biasanya.
“Karawang dan beberapa daerah pantura sangat bergantung pada stabilitas air irigasi. Maka pengelolaan air harus mulai diperhatikan dari sekarang. Mulai dari menjaga saluran irigasi, embung, sampai pola tanam yang lebih adaptif terhadap perubahan cuaca,” kata legislator dari Dapil Jabar X (Karawang-Purwakarta).
Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak panik, namun tetap meningkatkan kesiapan menghadapi perubahan iklim. Edukasi kepada petani mengenai efisiensi penggunaan air, penggunaan pupuk organik untuk menjaga kelembapan tanah, hingga diversifikasi tanaman dinilai menjadi langkah penting dalam menghadapi potensi kekeringan.
Selain itu, Budiwanto mendorong pemerintah daerah agar memperkuat koordinasi lintas sektor, mulai dari pertanian, lingkungan hidup, hingga kebencanaan agar langkah antisipasi dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.
“Yang penting bukan takut terhadap El Nino, tetapi bagaimana kita siap menghadapi kemungkinan terburuk dengan perencanaan yang baik. Kalau masyarakat dan pemerintah bergerak bersama, insya Allah dampaknya bisa diminimalisir,” pungkasnya. (red).





